MEDAN, 2 November 2026 — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara (DKP Sumut) menjajaki kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) untuk kajian pengembangan garam dan rumput laut di Kabupaten Nias Utara. Penjajakan ini menjadi langkah awal dalam membangun pengembangan komoditas pesisir berbasis riset dan kebutuhan masyarakat.

Pertemuan dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., serta Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) USU, Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si. Dari DKP Sumut hadir Kepala Bidang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Fitra Kurnia, S.E., M.Si, serta Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Muhammad Riza Kurnia Lubis, S.Pi., M.Si. . Pertemuan ini turut juga dihadiri dosen MSP dan Agribisnis (AGB) USU.

Suasana pertemuan DKP Sumut dan Fakultas Pertanian USU membahas penjajakan kajian pengembangan garam dan rumput laut di Kabupaten Nias Utara.


Rencana kajian ini diarahkan untuk menyediakan dasar ilmiah dalam menilai kesesuaian lokasi, pilihan teknologi, dan kelayakan usaha pengembangan garam serta rumput laut. Keterlibatan bidang MSP dan Agribisnis membuka peluang pendekatan yang menghubungkan kondisi lingkungan perairan dengan aspek produksi, pengolahan, pemasaran, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam pengembangan garam, kajian dapat mencakup kondisi iklim, kualitas air laut, ketersediaan lahan, serta teknologi produksi yang sesuai. Sementara itu, kajian rumput laut dapat menelaah kesesuaian perairan, pemilihan jenis dan bibit, metode budidaya, hingga peluang peningkatan nilai tambah produk.

Suasana diskusi antara DKP Sumut dan Fakultas Pertanian USU terkait rencana kajian pengembangan garam dan rumput laut di Kabupaten Nias Utara.


Arah kerja sama tersebut selaras terutama dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, serta SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui penguatan pengetahuan ilmiah untuk pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Pengembangan teknologi dan kelayakan usaha juga berpotensi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Keterkaitan ini merupakan arah kontribusi yang diharapkan, dengan pencapaiannya bergantung pada tindak lanjut dan hasil program.

Melalui penjajakan ini, DKP Sumut dan Fakultas Pertanian USU diharapkan dapat merumuskan ruang lingkup kajian yang sesuai dengan karakter pesisir Nias Utara. Hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan garam dan rumput laut yang layak secara teknis dan ekonomi, sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Foto bersama perwakilan DKP Sumut dan Fakultas Pertanian USU dalam penjajakan kerja sama kajian pengembangan garam dan rumput laut di Nias Utara.