home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Pertanian USU Siap Bantu Lapakbuah.com dalam Merancang Master Plan Program Kampung Buah di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang

Fakultas Pertanian USU Siap Bantu Lapakbuah.com dalam Merancang Master Plan Program Kampung Buah di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang

Dipublikasi Pada

17 September 2021

Dipublikasi Oleh

Sopa Putri Tanjung S.P

Fakultas Pertanian USU Siap Bantu Lapakbuah.com dalam Merancang Master Plan Program Kampung Buah di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang
Thumbnail Fakultas Pertanian USU Siap Bantu Lapakbuah.com dalam Merancang Master Plan Program Kampung Buah di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang

Rabu (17/9/2021) yang lalu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara hadir dalam acara silaturahmi dan diskusi peluang penerapan konsep agribisnis terpadu (close loop) yang diselenggarakan oleh Lapakbuah.com di Kebun Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Delu Serdang. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Perekonomian Yuli Sri Wilanti, MP, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara H. Muhammad Subandi, S.T., perwakilan dari Dinas Pertanian, perwakilan dari BNI dan Bank Sumut, serta beberapa kepala desa dan kelompok tani di Kecamatan STM Hulu.

Ir. M. Zein Ginting - Founder Lapakbuah.com

Dalam sambutannya, Ir. M. Zein Ginting (Founder Lapakbuah.com) menjelaskan bahwa ada  rencana untuk menjadikan 6 desa di Kecamatan STM HULU Kabupaten Deli Serdang yaitu Desa Liang Pematang, Liang Muda, Tanjung Muda, Tanjung Raja, Durian Tinggung & Desa Bah Buntu  sebagai Kawasan Kampung Buah dan Hortikultura untuk menggerakkan ekonomi daerah karena mayoritas masyarakat memang berprofesi sebagai petani. 6 desa tersebut memiliki luas kurang lebih 1000 hektar dengan lengkeng dan salak sebagai komoditi utama yang akan diangkat. Kawasan tersebut dulunya merupakan bekas lahan sawit dan sejak diganti mampu berproduktivitas 9 kali lebih besar dari sawit. Dalam mewujudkan terealisasinya program tersebut, kami mengharapkan bantuan/dukungan yang signifikan dari semua sisi, baik dari universitas, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. “Terutama Fakultas Pertanian USU (FP USU) semoga dapat membantu kami dalam hal pembuatan master plan kampung buah dan hortikultura ini,” jelas founder Lapakbuah.com terserbut. Selain itu, pihaknya juga berharap FP USU dapat membantu terkait secondary prosesnya buah-buahan tersebut, “Bisa saja hasilnya ada yang dijadikan produk seperti selai salak, keripik salak, dan lainnya,” tambahnya.

Yuli Sri Wilanti, MP menjelaskan konsep Closed Loop Hortikultura

Closed loop hortikultura adalah sebuah konsep yang digagas oleh Kemenko Perekonomian untuk memperbaiki tata kelola pengembangan buah di Indonesia mulai dri hulu hingga hilir. “Jadi konsep ini adalah bagaimana kita mengembangkan secara inklusif kemitraan antara pelaku stakeholder mulai dari penyediaan bibit, pupuk, perlindungan tanaman, pendampingan, digitalisasi pertanian untuk memonitoring proses, handling pasca panen hingga menyambungkan ke offstake/pasar sehingga ada jaminan pasar dan harga,” jelas Asdep Kemenko Perekonomian Yuli Sri Wilanti, MP. Dari program tersenbut juga diharapakn dapat meningkatkan percepatan eksport dan substitusi import buah dalam negeri. Hingga saat ini sudah ada 3 wilayah yang menerapkan konsep tersebut yakni Kabupaten Garut dan Sukabumi di Jawa Barat serta Kabupaten Sika di Nusa Tenggara Timur. “Semoga ke depannya dapat segera bekerja sama dengan pihak dari Sumatera Utara. Beliau juga menambahkan bahwa dalam proses realisasi program tersebut, dibutuhkan teknologi, dukungan, dan pendampingan dari para peneliti dan akademisi, “Mudah-mudahan melalui pertemuan ini kami bisa bermitra juga dengan Fakultas Pertanian USU karena dimanapun kami pasti menggandeng akademisi, karena universitas memiliki sdm yang banyak dan bisa lebih dedicated bahkan mahasiswa pun bisa ikut terlibat dalam pendampingan,” rangkumnya.  

Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, menyatakan kesiapan dalam membantu merancang master plan

Menanggapi ajakan kerja sama terkait pengembangan Kampung Buah dan Hortikultura tersebut, dekan Fakultas Pertanian USU Dr. Ir. Tavi Supriana, MS menjelaskan kesiapan dalam membantu dan berkontribusi. “Kami siap membantu untuk membuat master plan Kampung Buah dan Hortikultura dan akan sangat baik jika program ini bisa diikutkan dalam program Closed loop Kemenko Perekonomian,” ujar beliau. Beliau juga menyarankan bahwa membuat variasi dan menjaga sustainabilitas juga sangat penting karena nantinya jika Kampung Buah dapat diikutkan pada program kementerian, diharapkan hasil dari kampung buah dan hortikultura ini dapat membantu percepatan ekspor dan substitusi impor nasional. “Kami juga siap memberikan beberapa problem solving untuk beberapa masalah seperti peningkatan kualitas buah hingga handling secondary proses.” Nantinya, dibutuhkan kordinasi lebih lanjut dengan Ketua Departemen/Prodi yang ada di FP USU sehingga bisa membuat judul-judul  penelitian terkait baik berupa penelitian dosen tersebut maupun penelitian skripsi/tesis mahasiswa. “Disinilah peran kami akademisi/universitas yaitu sebagai sambungan. Universiy for industry. Bahkan bila perlu dengan adanya program kampus merdeka yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kami dapat mendaftarkan lapak buah sebagai mitra perguruan tinggi sehingga mahasiswa bisa magang dan bahkan meneliti secara langsung disini,” tutup Dekan Fakultas Pertanian USU tersebut.

Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan beberapa pihak perbankan juga turut memberikan masukan demi terselenggaranya Kampung buah dan Hortikultura di Kecamatan STM Hulu. Acara pada hari Rabu itu ditutup oleh kegiatan farmtrip di Kebun Buah Tiga Juhar.  

Berita