Medan, 19 Oktober 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menjajaki kerja sama dengan DBN Group, perusahaan teknologi pertanian berbasis di Beijing, China, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan FP USU, Senin (19/10). Diskusi ini membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertanian, peternakan, akuakultur, teknologi pakan, serta riset dan pengembangan produk untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.
Delegasi DBN Group diwakili oleh Mr. John Zhang, General Manager Global Supply Chain Division, dan Mr. Vernon Jin, International Trade Manager Global Supply Chain Division. Dari FP USU, pertemuan dihadiri oleh Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec.; Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun, M.P.; serta Manager Bidang Dian Pebriyani, S.P., M.P. Turut hadir Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Peternakan, Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Manajemen Sumber Daya Perairan, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 Agribisnis.

Dalam diskusi tersebut, Mr. John Zhang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal DBN Group untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, termasuk pengembangan formulasi pakan berbasis bahan baku lokal, pengujian produk, dan pengembangan sumber daya manusia.
“This is our first official visit to Indonesia on behalf of DBN Group. We aim to explore opportunities to address local nutritional needs through locally adapted formulations. We are also interested in talent development, product testing, seminars, and other collaborative initiatives with Universitas Sumatera Utara,” ujarnya.

Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyoroti rendahnya produksi kedelai dalam negeri sebagai salah satu tantangan ketahanan pangan yang memerlukan dukungan teknologi dan inovasi. Menurutnya, teknologi DBN Group berpotensi mendukung peningkatan produktivitas kedelai di Sumatera Utara sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama lintas bidang.
“One of the commodities receiving significant attention from the government is soybean, as domestic production remains relatively low. We hope that DBN Group’s technology can contribute to improving soybean productivity in North Sumatra. Beyond crop production, we also see opportunities to collaborate in livestock farming, aquaculture, feed technology, and agribusiness development through research, innovation, and industry partnerships,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dekan menjelaskan bahwa FP USU memiliki fasilitas laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung riset bersama, termasuk peluang pengembangan joint laboratory, pengujian produk, dan pengembangan formulasi pakan. Kolaborasi ini berpotensi melibatkan Program Studi S1 Peternakan, S1 Manajemen Sumber Daya Perairan, dan S1 Agribisnis, serta membuka ruang kerja sama lintas disiplin dengan bidang Kimia, Teknik Kimia, dan Farmasi untuk memperkuat penelitian dan pengembangan produk.
Mr. John Zhang menyampaikan apresiasinya atas peluang kolaborasi tersebut dan berharap komunikasi antara kedua pihak dapat berlanjut melalui pertemuan serta diskusi lanjutan untuk merumuskan program kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi sektor pertanian. Inisiatif ini sejalan dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi dan riset terapan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internasional antara akademisi dan industri.
