Prospek agribisnis ternak ruminansia (sapi, kambing, domba, dan kerbau) merupakan sangat menjanjikan baik dilihat dari segi teknis, ekonomis dan sosial. Dari segi teknis, usaha ternak ruminansia sudah cukup berkembang dan mudah menyesuaikan dengan lingkungan. Dari segi ekonomis memiliki pangsa pasar cukup besar baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. Dari segi sosial, ternak sapi, kambing dan domba sudah memasyarakat dikalangan peternak dan dagingnya digemari masyarakat (Hardianto dan Sunandar, 2009).

Desa Batu Melenggang adalah salah satu desa di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar. Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Batu Melenggang ini adalah petani dan peternak khususnya peternak sapi dan kambing. Para peternak beternak menggunakan sistem perkandangan dan sistem diumbaran (angonan). Jumlah peternak dan petani yang cukup banyak, membuat mereka berinisiatif untuk membentuk kelompok yang mereka namakan “Kelompok Tani Berkat Tani” pada tahun 2017. Tujuan pembentukan kelompok ini adalah agar bisa lebih aktif dan berkembang di pertanian dan peternakan sapi serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian kelompok dan masyarakat sekitar.

Pada awal dibentuk pada tanggal 21 Agustus 2017 kelompok ini termasuk kelompok tani kelas Pemula dengan nomor sertifikat pengukuhan 470-22/BM/II/2018, tetapi pada awal Februari 2021, kelompok tani ini sudah meningkat menjadi kelas Lanjutan berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian dengan nomor sertifikat 662/DISTAN PANGAN/KPP-II/2021. Saat ini jumlah anggota dari kelompok Tani “Berkat Tani” ada 19 orang dengan tingkat Pendidikan anggota kelompok mayoritas adalah SMA (8 orang), SMP (5 orang), SD (3 orang), D3 (1 orang) dan S1 (2 orang).

Aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tani adalah melakukan pertemuan rutin kelompok dan pertemuan dengan penyuluh setiap bulannya.. Kelompok Tani Berkat tani juga telah menerima bantuan dari pemerintah berupa 15 ekor kambing pada tahun 2018. Bantuan ini terus berkembang, dan saat ini keuntungan yang diperoleh dari perkembangan ternak kambing sudah dijadikan modal untuk membuat pabrik konsentrat mini.

Saung tempat berkumpulnya anggota mengadakan rapat bulanan, meskipun hanya berupa gubuk sederhana, saat ini juga sudah dilengkapi dengan kolam ikan, dan budidaya tanaman cabai. Berdasarkan hasil diskusi anggota kelompok tani pada beberapa pertemuan rutin kelompok, maka mereka ingin mengembangkan lahan kosong di sekitar saung kelompok tani ini menjadi taman wisata edukasi. Hal ini dilatarbelakangi kondisi dimana banyak anak-anak usia sekolah di wilayah Desa Batu Melenggang maupun di wilayah lain, yang lebih banyak berinteraksi dengan gawai (gadget) ketika sudah pulang sekolah. Di samping itu, anak-anak yang masih usia dini (3-5 tahun) juga sudah menggunakan gawai sebagai alat permainan.

Berdasarkan hal tersebut maka Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara melalui program pengabdian pada masyarakat Non PNBP tahun 2020 skema Mono Tahun Reguler yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, MSi, bersama dengan dan Prof.Dr.Ir. Zulkifli Lubis, MApp.Sc. yang merupakan dosen di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, serta Dr.Nevy Diana Hanafi, SPt, MSi. dari Program Studi Peternakan dan Dr. Nini Rahmawati, SP, MSi, dari Program Studi Agroteknologi telah mengadakan kegiatan yang berjudul “Pembuatan Taman Wisata Edukasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diwujudkan dalam beberapa betuk kegiatan, antara lain Pemanfaatan lahan kosong, kolam ikan dan kebun sayuran yang ada di sekitar saung, sebagai lokasi untuk taman wisata edukasi yang ditujukan kepada anak-anak usia dini hingga remaja. Pada kegiatan ini diberi bantuan berupa pembangunan taman, saung tempat duduk bagi anak-anak yang akan melakukan kunjungan, serta rumah kasa untuk lahan untuk penanaman sayuran, pelatihan penanaman sayuran secara vertikultur, pemberian benih sayuran dan fasilitas rak untuk budidaya vertikultur, serta pelatihan pembuatan pakan konsentrat untuk ternak sapi. Kegiatan dilakukan sejak bulan Juli hingga September 2021. Kelompok Tani Berkat Tani merasakan banyak sekali manfaat yang mereka peroleh melalui kegiatan ini, selain telah dibangunnya areal Taman Wisata Edukasi Pertanian dan Peternakan, mereka juga memproleh ilmu tentang bagaimana membuat pakan konsentrat dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada di sekitar mereka, serta meningkatkan pendapatan keluarga melalui budidaya sayuran secara vertikultur. Pakan konsentrat ini telah mereka produksi dan gunakan untuk pakan bagi ternak sapi yang dimiliki anggota kelompok tani dan sebagian dijual kepada peternak di luar kelompok tani.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, pengembangan Taman Wisata Edukasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan tidak hanya memberikan manfaat bagi Kelompok Tani Berkat Tani dalam mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki, tetapi juga membuka ruang pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal pertanian, peternakan, serta perikanan secara lebih dekat. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan konsentrat dan pengembangan budidaya sayuran secara vertikultur turut mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih produktif sekaligus meningkatkan peluang ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan serta dukungan terhadap ketahanan pangan, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan sarana pembelajaran berbasis edukasi pertanian bagi anak-anak dan masyarakat, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha ternak dan budidaya sayuran yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan dan pengelolaan sumber daya secara produktif turut mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.