Medan – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) berkolaborasi dengan Program Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana USU menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar dengan menghadirkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, sebagai narasumber pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Aula Sekolah Pascasarjana USU Lantai 2. Kegiatan ini mengangkat topik “Perancangan Proses Bisnis”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si., Ketua Program Studi Magister Manajemen SPs USU, Prof. Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, S.T., M.T., IPU., serta Sekretaris Program Studi Magister Manajemen USU, Dr. Anggia Sari Lubis, S.E., M.Si., CHRME, CBV. Peserta terdiri atas mahasiswa semester pertama Magister Agroteknologi dan Magister Agribisnis FP USU serta Magister Manajemen USU.

Narasumber, Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dalam menyampaikan materi.


Dalam pemaparannya, Denaldy menjelaskan konsep Business Process Design sebagai perancangan aktivitas, tanggung jawab, sumber daya, dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi serta menciptakan nilai bagi pelanggan. Perancangan proses bisnis yang baik berperan dalam meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, menjaga kualitas hasil, serta memastikan risiko dan akuntabilitas organisasi terkendali.

Ia juga membahas Business Process Redesign melalui dua pendekatan, yaitu Business Process Improvement yang berfokus pada perbaikan bertahap dan Business Process Reengineering yang menekankan perubahan mendasar terhadap proses kerja. Keberhasilan transformasi tersebut memerlukan keselarasan strategi, kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola, serta dampak kinerja yang terukur.

Narasumber, Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama
PT Perkebunan Nusantara III (Persero), menyampaikan materi mengenai perancangan proses bisnis dan transformasi perusahaan kepada mahasiswa.


Sebagai contoh penerapan, Denaldy memaparkan transformasi PTPN Group melalui budaya EntrePlanters, yakni pola pikir kewirausahaan yang mendorong setiap insan perusahaan untuk mengelola aset dengan rasa memiliki serta mengutamakan produktivitas, efektivitas biaya, dan kecepatan (PCS). Salah satu implementasinya adalah Procurement Excellence, yaitu integrasi sistem pengadaan melalui penyederhanaan, standardisasi, dan digitalisasi yang menghasilkan efisiensi terukur sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Selain itu, peserta memperoleh gambaran transformasi struktur bisnis PTPN Group dari pengelolaan berbasis wilayah menjadi berbasis komoditas guna memperkuat fokus strategis, integrasi bisnis, dan penciptaan nilai. Materi tersebut dilengkapi dengan studi kasus “Is Subholding Transformation a Business Process Reengineering?” yang mengajak mahasiswa menganalisis perubahan model pengelolaan perusahaan berdasarkan konsep rekayasa ulang proses bisnis.

Mahasiswa peserta Praktisi Mengajar FP USU mengikuti diskusi dan kerja kelompok untuk menganalisis studi kasus perancangan proses bisnis. Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil diskusi oleh perwakilan kelompok sebagai bentuk penerapan materi serta pengembangan kemampuan analisis, kolaborasi, dan komunikasi mahasiswa.


Pada sesi akhir, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan dan mempresentasikan studi kasus tersebut. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, kerja sama tim, serta menyampaikan gagasan berdasarkan materi yang telah diperoleh. Sebagai bentuk apresiasi, diberikan hadiah dan penghargaan kepada kelompok dengan presentasi terbaik serta mahasiswa teraktif selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, diberikan hadiah dan penghargaan kepada kelompok dengan presentasi terbaik serta mahasiswa teraktif selama kegiatan berlangsung.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan ilmu yang dibagikan, dilanjutkan dengan serah terima cenderamata antara Fakultas Pertanian USU, Sekolah Pascasarjana USU, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan.

Penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan ilmu yang dibagikan, dilanjutkan dengan serah terima cenderamata antara Fakultas Pertanian USU, Sekolah Pascasarjana USU, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero).


Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan dan mendapatkan pengalaman pembelajaran langsung dari praktisi industri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan analitis, pola pikir strategis, serta pemahaman mahasiswa dalam menerapkan konsep manajemen dan transformasi proses bisnis di dunia kerja. Kolaborasi tersebut turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.