> Berita > Kuliah Umum “The Importance of an Inclusive & Sustainable Supply Chain” Program Studi Magister Agribisnis USU
Kuliah Umum “The Importance of an Inclusive & Sustainable Supply Chain” Program Studi Magister Agribisnis USU
Dipublikasi Pada
12 September 2022
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail Kuliah Umum “The Importance of an Inclusive & Sustainable Supply Chain” Program Studi Magister Agribisnis USU
Kuliah Umum “The Importance of an Inclusive & Sustainable Supply Chain” Program Studi Magister Agribisnis USU
Ekspor memiliki peranan penting dalam perekonomian dunia, termasuk bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, ekspor nonmigas mendapat perhatian lebih karena memiliki peluang yang lebih besar dalam menunjang pertumbuhan perekonomian, terutama komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Industri minyak kelapa sawit adalah salah satu sektor industri unggulan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk minyak goreng yang produksinya telah mengacu pada standar mutu dan keamanan pangan (CODEX), minyak kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biodiesel. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia yang menguasai pangsa pasar produksi sebesar 62%. Sebanyak 60% produk CPO dari Indonesia telah diekspor, dan sisanya dikonsumsi dalam negeri. Hal ini didukung oleh kesesuaian geografis, luasnya perkebunan kelapa sawit dan produktivitasnya, serta permintaan CPO yang terus meningkat setiap tahunnya dari beberapa negara pengimpor seperti India, Uni Eropa, Cina, dan Afrika.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami pelemahan neraca perdagangan akibat rendahnya pertumbuhan ekspor dibandingkan dengan impor. Adanya tuntutan untuk pengolahan minyak kelapa sawit dengan prinsip berkelanjutan, kampanye negatif, dan perkembangan perkebunan yang tidak merata menjadi penyebab penurunan daya ekspor tersebut. Untuk dapat menjaga pertumbuhan ekspor, dibutuhkan daya saing produk yang ditentukan oleh peran setiap pelaku dalam rantai nilai, mulai dari bahan dasar hingga proses pengiriman produk sampai ke konsumen di pasar luar negeri. Rantai pasok memiliki sifat yang dinamis namun melibatkan tiga aliran yang konstan, yaitu aliran informasi, produk, dan uang. Syarat kunci di dalam rantai pasok adalah bagaimana mengelola informasi. Pergerakan barang sepenuhnya diatur oleh informasi. Pada era globalisasi ini, zaman sudah semakin hiperkompetitif. Perusahaan dituntut untuk memiliki nilai yang dapat memenuhi harapan pelanggan. Jadi, tujuan dari rantai pasok untuk mengirimkan nilai kepada pelanggan sangat bergantung pada bagaimana mengelola informasi. Dalam hal ini, isu berkelanjutan menjadi sangat penting dalam rantai pasok yang memerlukan perhatian khusus dari para pelaku industri minyak kelapa sawit, meliputi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan peninjauan terhadap rantai pasok dan beberapa regulasi terkait pengolahan dan ekspor minyak kelapa sawit. Pelaksanaan peninjauan ini bertujuan untuk memetakan rantai pasok komoditas minyak kelapa sawit, menganalisis kapasitas dan kualitas para pelaku usaha, serta menganalisis regulasi terkait.