Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU), Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., berdiskusi bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara mengenai peluang kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan pangan Sumatera Utara. Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran pandangan untuk menghubungkan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan pangan daerah.

Pembahasan berfokus pada penguatan sinergi antara FP USU dan pemerintah provinsi. Melalui kolaborasi tersebut, keahlian dan hasil penelitian di lingkungan fakultas diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pengembangan program ketahanan pangan yang sesuai dengan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Ketahanan pangan membutuhkan pendekatan yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan stabilitas pasokan pangan. Dalam konteks ini, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran penting untuk mempertemukan kajian ilmiah dengan pengalaman pelaksanaan program di lapangan.

FP USU memiliki ruang kontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keahlian lintas bidang yang dimiliki fakultas dapat mendukung pengkajian persoalan pangan, pengembangan inovasi pertanian, serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti. Sementara itu, informasi mengenai kebutuhan dan tantangan daerah dapat membantu mengarahkan kontribusi akademik agar semakin relevan dan aplikatif.





Diskusi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi dan mengidentifikasi ruang kerja sama antara kedua pihak. Sinergi yang berkesinambungan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung perencanaan program serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi petani dan masyarakat Sumatera Utara.

Keterlibatan FP USU dalam pertemuan ini mencerminkan peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah dalam pembangunan sektor pangan. Melalui keterhubungan antara keahlian akademik dan kebutuhan daerah, pengembangan kerja sama diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut selaras dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui dukungan terhadap ketahanan pangan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Peluang pengembangan kerja sama yang berorientasi pada ketangguhan sistem pangan terhadap risiko iklim juga memiliki relevansi dengan SDG 13 (Climate Action). Kolaborasi ini diharapkan menjadi dasar bagi kontribusi bersama dalam membangun sistem pangan Sumatera Utara yang semakin tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.