> Berita > Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Ikatan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (IMASPERA) dalam Gerakan Satu Rumah Satu Transplantasi Terumbu Karang
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Ikatan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (IMASPERA) dalam Gerakan Satu Rumah Satu Transplantasi Terumbu Karang
Dipublikasi Pada
01 Agustus 2023
Dipublikasi Oleh
Nursa'adah, S.ST., M.Agr
Thumbnail Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Ikatan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (IMASPERA) dalam Gerakan Satu Rumah Satu Transplantasi Terumbu Karang
Gerakan "Satu Rumah Satu Transplantasi Terumbu Karang" oleh IMASPERA USU bantu pulihkan ekosistem terumbu karang di Nias Utara, tingkatkan kesejahteraan nelayan lokal.
Permasalahan tumpahan minyak aspal yang terjadi pada 11 Februari 2023 di pinggiran pantai Desa Faekhuna’a, Kecamatan Afulu, akibat kondisi kapal yang tidak sesuai standar, mengakibatkan kebocoran pada badan kapal MT Aashi yang menabrak bagian terumbu karang. Dampak tumpahan minyak aspal tersebut menyebabkan tercemarnya seluruh wilayah perairan pesisir Nias Utara dengan radius 50 km, mencakup 25 desa terdampak, serta 18 km wilayah terumbu karang yang tertutupi oleh aspal.
Masyarakat nelayan Desa Faekhuna’a menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Berdasarkan data statistik Kabupaten Nias Utara tahun 2021, terdapat 260 orang yang berprofesi sebagai nelayan, yang merupakan profesi utama masyarakat di wilayah ini. Berdasarkan keterangan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Desa Faekhuna’a, tumpahan minyak menyebabkan nelayan kesulitan melaut. Hal ini berdampak pada semakin jauhnya lokasi penangkapan ikan (fishing ground), peningkatan biaya operasional, serta penurunan hasil tangkapan perikanan. Biasanya, nelayan mampu menghasilkan 20-30 kg tangkapan per hari, namun kini hasil tangkapan menurun drastis akibat hilangnya ekosistem terumbu karang di beberapa titik sekitar pantai. Dikhawatirkan, kerusakan ekosistem terumbu karang ini akan berdampak jangka panjang, yang pada akhirnya menurunkan perekonomian masyarakat pesisir Desa Faekhuna’a.
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Ikatan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (IMASPERA), yang diketuai oleh Hilal Idama Dalimunthe, berupaya mengantisipasi permasalahan tersebut dengan menekankan pentingnya kelestarian lingkungan melalui gerakan "Satu Rumah Satu Transplantasi Terumbu Karang." Pendekatan yang digunakan adalah edukasi dengan metode demonstrasi dan konseling kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Desa Faekhuna’a. Kegiatan ini dilaksanakan dalam lima tahapan, yaitu persiapan kegiatan, demonstrasi, sosialisasi, pelepasan rak transplantasi, dan pembentukan tim pengelola.
Pemaparan materi disampaikan langsung oleh anggota ORMAWA, Hasbi Husaini, yang menjelaskan pentingnya ekosistem terumbu karang bagi masyarakat pesisir. Terumbu karang berfungsi secara fisik sebagai pelindung alami pantai dari hempasan ombak, secara ekologi sebagai wilayah spawning ground, nursery ground, dan feeding ground, serta secara ekonomi sebagai tempat produksi ikan dan wisata yang menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir.
Demonstrasi pembuatan rak transplantasi dilakukan bersama mitra Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Desa Faekhuna’a, dipandu oleh mahasiswa PPK ORMAWA IMASPERA. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan rak transplantasi terumbu karang kepada mitra dan pembentukan tim pengelola. Seluruh pelaksanaan kegiatan didampingi oleh dosen pendamping, Ibu Vindy Rilani Manurung, S.Pi., M.P., serta BASARNAS Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Desa Faekhuna’a, kepala dusun, perangkat desa, ketua KUB, 20 orang nelayan Desa Faekhuna’a, 5 mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Nias Utara, 15 mahasiswa PPK ORMAWA IMASPERA, dan 1 mahasiswa relawan dari IMASPERA.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 22-28 Juli berjalan sukses. Mitra KUB nelayan Desa Faekhuna’a sangat antusias dalam seluruh rangkaian kegiatan. Diharapkan, kelompok pengelola yang telah terbentuk dapat melanjutkan gerakan ini, sehingga ekosistem terumbu karang dapat terjaga dan perekonomian masyarakat Desa Faekhuna’a meningkat.