Profil
Ir. Yusak Maryunianta MP, lahir di Sukoharjo pada 24 Juni 1962 dan merupakan seorang akademisi di bidang agribisnis. Beliau meraih gelar S1 pada tahun 1985 dari Fakultas Pertanian, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Pada tahun 2002 meraih gelar S2 dengan predikat cumlaude, dari BKU Ekonomi Pembangunan Pertanian, Program Pasca Sarjana, Universitas Pajajaran, Bandung. Tidak hanya itu, mulai 2021 hingga saat ini beliau sedang menyelesaikan pendidikan Doktoral (Candidate Doktor) pada Program Studi S3 Pertanian, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Sejak tahun 1986 hingga sekarang, berkarya sebagai Dosen pada Program Studi Sosial Ekonomi, yang sekarang menjadi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara; dalam mata Kuliah antara lain Pembangunan Masyarakat Desa, Penyusunan dan Evaluasi Program Penyuluhan, Evaluasi Proyek Pertanian, Sistem Informasi Manajemen, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi Lintas Budaya, Manajemen Pelatihan, dan Personality Development. Tahun 1988-2016, sebagai Staf Ahli pada Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM), Universitas Sumatera Utara. Tahun 1990 – 2006, terlibat sebagai Socio Economic Counterpart Consultant pada berbagai proyek pengembangan sumberdaya air Japan International Cooperation Agency (JICA). Tahun 2005-2009, sebagai Dosen Tidak Tetap pada Program Studi Magister (S2) Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, Medan. Tahun 2005-2009, terlibat sebagai Fasilitator (Pendamping) dan Trainer pada Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemulihan Sosial Ekonomi Korban Tsunami Aceh pada German Agro Action (GAA) atau Welt Hunger Hilfe. Tahun 2006-2007, terlibat sebagai Fasilitator Sosial Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Perencanaan Partisipatif pada Local Government Support Program (LGSP), United States Agency for International Development (USAID). Tahun 2009-2017, sebagai Dosen pada Program Studi Magister (S2) Agribisnis, Fakultas Pertanian USU, Medan. Tahun 2015-2019, sebagai Dosen Tidak Tetap pada Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP/Polbangtan) Medan.
-Selama lebih dari 20 tahun beliau menjadi narasumber pada berbagai seminar dan trainer pada berbagai training event yang bertajuk Participatory Rural Appraisal (PRA), Rapid Rural Appraisal (RRA), Capacity Building, Public Speaking, Pengembangan UMKM, Leadership, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengembangan Selling Skill.
-Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Masyarakat Petani dan Pertanian Organik (Maporina) Provinsi Sumatera Utara 2022-2027
-Ketua Dewan Pakar Dewan Pengurus Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia 2024-2029
-Tahun 2013-2022 sebagai Auditor Mutu Internal, Unit Manajemen Mutu, Universitas Sumatera Utara.
-Tahun 2020-2021, sebagai Ketua Tim Perubahan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian USU.
Menulis banyak publikasi dan artikel tentang pembangunan pertanian, pembangunan masyarakat desa dan agribisnis antara lain Pengaruh Beberapa Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Mobilitas Transmigrasi (2002); Pengembangan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Daerah (2003); Strategi Implementasi PRA di Catchment Area Danau Toba (2003); Potensi, Kendala dan Kebijakan Pengembangan Daya Saing Agribisnis Hortikultura (2008); dan Initiate and Support Aspiration towards The Resurgence of Food, Horticultural, and Plantation Subsectors in Simeulue District (2009); dan Evaluation of Irrigation System to Support Implementation of Food Security Policy in North Sumatera (2018), Analysis of Snake Fruit Farmer Satisfaction Levels on Agribusiness Agency Services (2019), The Attitude of Farmers to The Snake Fruit-Based Creative Economic Development Plan in Kutambaru Village, Tiganderket Subdistrict, Karo Regency (2021), Factors Related to Decisions of Farmers Victims of The Eruption Choosing Temporary Work as an Effort for Sustainability of Livelihoods in Refugee Locations (Case: Refugee Farmers Victim of The Mount Sinabung Eruption (2022), Analysis of Difference In Sales Price of Arabica Coffee Certified by Sustainable Agriculture Institutes Rainforest Aliance and Fairtrade in Central Aceh (Case of Rahmat Kinara Multi-Purpose Cooperative)(2023), etc.