Medan, 5 Oktober 2026 — Program Studi S1 Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (FP USU), menyelenggarakan International Public Lecture bertema “Soil and the Future of Food: Building Sustainable and Resilient Food Systems in a Changing Climate” di International Classroom 1, FP USU, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Associate Prof. ChM. Dr. Rosazlin Abdullah dari Institute of Biological Sciences, Faculty of Science, Universiti Malaya (UM), Malaysia, sebagai narasumber.
Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa FP USU dan mahasiswa Universiti Malaya yang berpartisipasi dalam The 4th TALENTA Agricultural Summer Course 2026. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FP USU, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si.; Ketua Program Studi S1 Agroteknologi, Prof. Dr. Diana Sofia Hanafiah, S.P., M.P.; Sekretaris Program Studi S1 Agroteknologi, Hafnes Wahyuni, S.P., M.P.; serta dosen Program Studi S1 Agroteknologi. Kegiatan dimoderatori oleh Nursa'adah, S.ST., M.Agr., dosen Program Studi S1 Agroteknologi FP USU.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Biochar and the Future of Food: Advancing Soil Health for Sustainable Food Production”, Assoc. Prof. Dr. Rosazlin Abdullah menekankan pentingnya kesehatan tanah dalam mendukung produktivitas pertanian, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjamin keberlanjutan produksi pangan di tengah perubahan iklim. Tanah yang sehat berperan penting dalam siklus unsur hara, pengaturan air, penyediaan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan akar, dan pemeliharaan aktivitas biologis tanah.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan pangan global menuntut sistem pertanian yang mampu mempertahankan produktivitas sekaligus melindungi sumber daya tanah dan air. Oleh karena itu, pengelolaan tanah secara berkelanjutan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Sebaliknya, degradasi tanah akibat perubahan penggunaan lahan, deforestasi, intensifikasi pertanian, praktik pengelolaan yang tidak berkelanjutan, dan perubahan iklim dapat mengurangi kemampuan tanah dalam mendukung produksi pertanian.
Salah satu inovasi yang dibahas dalam kuliah umum ini adalah pemanfaatan biochar, yaitu material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan biomassa dalam kondisi terbatas oksigen. Biochar dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti limbah pertanian, biomassa kehutanan, limbah kayu, sisa makanan, dan kotoran ternak. Pemanfaatannya berpotensi meningkatkan kualitas tanah, memengaruhi ketersediaan unsur hara, memperbaiki kondisi air di dalam tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman.
Lebih lanjut, Rosazlin memaparkan berbagai pengembangan biochar untuk mengatasi permasalahan tanah, termasuk tanah masam tropis dan tanah dengan salinitas tinggi. Inovasi lainnya mencakup penggabungan biochar dengan kompos, pengembangan pupuk dengan pelepasan unsur hara terkendali, serta pembuatan komposit biochar untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam mempertahankan air. Meski demikian, penerapan biochar masih menghadapi tantangan, terutama biaya teknologi produksi dan keterbatasan pelepasan unsur hara apabila digunakan tanpa bahan pendukung lainnya.
Melalui materi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai hubungan antara kesehatan tanah, inovasi pengelolaan sumber daya pertanian, dan keberlanjutan sistem pangan. Integrasi ilmu tanah dengan teknologi pertanian dan pemanfaatan bahan pembenah tanah berbasis biochar diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan sistem pangan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Penyelenggaraan kuliah umum internasional ini menjadi bagian dari upaya FP USU dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa dan memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan akademik, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui perhatian terhadap kesehatan dan kelestarian tanah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik antara USU dan Universiti Malaya.
Assoc. Prof. Dr. Rosazlin Abdullah dari Universiti Malaya Bahas Inovasi Biochar dalam TALENTA Agricultural Summer Course 2026
BeritaVira Irma Sari, Dosen Fakultas Pertanian USU, Raih Apresiasi sebagai Favorite Presenter di ICAGRI ke-8
BeritaDari Kelapa Sawit hingga Microgreens: Riset Dosen Fakultas Pertanian USU Tampil di ICAGRI ke-8