Upaya memperkuat pengembangan komoditas kedelai kembali mempertemukan sivitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) dengan mitra di sektor perkebunan. Dosen Program Studi Agroteknologi bersama Program Studi Teknologi Pertanian dan Biosistem melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan akselerasi tanam kedelai melalui kerja sama dengan PTPN IV Regional 2, Kamis (01/10/2026). Peninjauan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung dinamika pelaksanaan budidaya sekaligus membangun keterhubungan antara keilmuan di perguruan tinggi dan praktik pertanian di lapangan.





Kehadiran dua program studi dengan bidang keilmuan yang saling melengkapi memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap pengembangan pertanaman kedelai. Agroteknologi berkontribusi melalui pendekatan budidaya dan pengelolaan tanaman, sementara Teknologi Pertanian dan Biosistem membawa perspektif teknologi serta sistem pertanian dalam mendukung proses produksi. Pertemuan kedua pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun solusi pertanian yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

Peninjauan bersama PTPN IV Regional 2 juga memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk memahami kondisi aktual pertanaman serta berbagai aspek yang berkaitan dengan percepatan tanam kedelai. Interaksi langsung dengan mitra memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan kegiatan pertanian dalam skala lapangan. Bagi perguruan tinggi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses memperkuat relevansi pembelajaran, riset, dan pengabdian dengan perkembangan sektor pertanian.

Kedelai memiliki posisi strategis dalam sistem pangan karena berkaitan dengan kebutuhan bahan pangan dan bahan baku berbagai produk olahan. Pengembangan budidayanya membutuhkan keterpaduan antara penguasaan teknologi, pengelolaan sumber daya, serta kemampuan menerjemahkan pengetahuan menjadi praktik yang sesuai dengan kondisi setempat. Dalam konteks tersebut, keterlibatan perguruan tinggi dan mitra lapangan menjadi salah satu bentuk penguatan ekosistem pertanian yang berbasis pengetahuan.





Kegiatan ini turut merefleksikan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger melalui pengembangan produksi komoditas pangan, SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui penerapan praktik produksi yang berkelanjutan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan sektor pertanian. Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komoditas pertanian tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan aspek produksi, keberlanjutan, dan jejaring kelembagaan. Sinergi antara FP USU dan PTPN IV Regional 2 menjadi salah satu ruang untuk menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kegiatan nyata di lapangan.

Ke depan, keterhubungan antara sivitas akademika dan mitra sektor pertanian diharapkan dapat terus berkembang melalui pertukaran pengetahuan, penerapan inovasi, dan penguatan pengalaman lapangan. Akselerasi tanam kedelai tidak hanya menjadi bagian dari upaya pengembangan komoditas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat hadir untuk menjawab kebutuhan pertanian secara nyata.