Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menghadirkan Joann Whalen, B.Sc. (Agr.), M.Sc., Ph.D., dari Department of Natural Resources Sciences, McGill University, Kanada, dalam International Public Lecture bertema “Soil Health: A Foundation for Resilient Agri-Food Systems”, Rabu (30/9/2026). Forum ini menjadi bagian dari rangkaian The 4th TALENTA-Agricultural Summer Course 2026 yang mengangkat tema “Smart and Sustainable Agri-Food Systems: From Local Wisdom to Global Solutions”. Pelaksanaannya melibatkan Program Studi S1 Agroteknologi, S1 Agroteknologi Kampus Kabupaten Nias Utara, S3 Ilmu Pertanian, serta S2 Agroteknologi FP USU.

Dalam pemaparannya, Joann Whalen menguraikan kesehatan tanah sebagai fondasi penting bagi terbentuknya sistem pertanian dan pangan yang tangguh. Pembahasan mencakup sejumlah tantangan dalam menjaga kualitas tanah, termasuk ketersediaan pupuk, suhu tinggi, salinitas, serta peran mikroorganisme dalam mempertahankan fungsi tanah dan mendukung ketahanan tanaman. Perspektif tersebut menempatkan tanah bukan sekadar media tumbuh, melainkan sebagai ekosistem yang berperan dalam menopang produktivitas dan keberlanjutan pertanian.





Peserta juga diperkenalkan pada prinsip 4R Nutrient Stewardship, yaitu Right Source, Right Rate, Right Time, dan Right Place, sebagai pendekatan dalam pengelolaan unsur hara secara tepat dan bertanggung jawab. Pendekatan ini menekankan pentingnya keputusan pemupukan yang mempertimbangkan kebutuhan tanaman sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya. Pemahaman tersebut menjadi relevan dalam upaya membangun praktik pertanian yang produktif tanpa mengabaikan keberlanjutan fungsi tanah dan lingkungan.

Sesi diskusi yang dipandu oleh Wida Akasah, S.Agr., M.Sc., dosen Program Studi Agroteknologi FP USU, berlangsung secara interaktif dengan partisipasi peserta. Kehadiran akademisi dari McGill University memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperluas perspektif mengenai pengelolaan tanah dan sistem agri-pangan dari sudut pandang akademik internasional. Pertukaran gagasan tersebut sekaligus memperkuat ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan lokal, perkembangan keilmuan, dan tantangan pertanian global.

Pembahasan mengenai kesehatan tanah memiliki keterkaitan erat dengan SDG 2 – Zero Hunger, terutama melalui penguatan fondasi produksi pangan yang berkelanjutan, serta SDG 4 – Quality Education melalui penyelenggaraan pembelajaran dan pertukaran pengetahuan akademik lintas negara. Perhatian terhadap fungsi tanah dan keberlanjutan ekosistem juga sejalan dengan SDG 15 – Life on Land, sementara keterlibatan FP USU dan McGill University dalam forum akademik internasional mencerminkan semangat SDG 17 – Partnerships for the Goals. Melalui forum ini, pengetahuan, pendidikan, dan kemitraan akademik dipertemukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya tanah dalam membangun sistem agri-pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.