Medan-USU: "Uni Eropa tertarik untuk meningkatkan kerjasama dengan Provinsi Sumatera Utara dan mempererat hubungan dengan Medan, sebagai ibukota provinsi dan pusat kawasan. Kami melihat ini sebagai kesempatan penting untuk mempresentasikan kegiatan Uni Eropa di Indonesia, dan menjalin hubungan dengan pemerintah setempat, komunitas bisnis, masyarakat sipil, serta lingkungan akademik dan para mahasiswa," ungkap Duta Besar Uni Eropa, Mr Vincent Guérend, saat memberikan sambutan pada acara Seminar On Sustainable Tourism yang berlangsung pada Kamis, 20 Oktober 2016, di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara.
Mr Vincent Guérend juga menambahkan bahwa kunjungan delegasi Uni Eropa ke Universitas Sumatera Utara adalah bagian dari rangkaian kunjungan yang akan mereka lakukan di beberapa tempat di Sumatera Utara. “Pada hari pertama kunjungan kami, kami menyelenggarakan diskusi dengan masyarakat sipil tentang hak asasi manusia, toleransi antar umat beragama, lingkungan hidup, dan pendidikan. Kemudian, saya membuka acara Pameran Beasiswa Uni Eropa di Hotel Aryaduta," lanjutnya. "Dalam acara pameran ini, terdapat sekelompok wanita Sumatra Utara yang menampilkan kerajinan tenun, berpartisipasi dalam proyek yang didanai oleh Uni Eropa."

Selain itu, pada tanggal 20 Oktober, delegasi Uni Eropa melakukan kunjungan ke situs-situs kebudayaan di Medan dan menyelenggarakan seminar tentang kepariwisataan berkelanjutan di Universitas Sumatra Utara (USU) untuk berbagi pengalaman Uni Eropa dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup dan mempromosikan inisiatif kepariwisataan yang inovatif dan berkualitas tinggi.
Sementara itu, Mr. Vincent Guérend menyampaikan bahwa pada tanggal 21 Oktober, delegasi Uni Eropa akan mengunjungi Unit Konservasi Gajah Tangkahan di Taman Nasional Gunung Leuser. Uni Eropa telah memberikan dukungan substansial untuk Ekosistem Leuser yang unik dan akan terus mendukung upaya penanganan perubahan iklim di Indonesia serta keanekaragaman hayati di ASEAN. Sebagai simbol komitmen terhadap lingkungan, konservasi, dan perlawanan terhadap perubahan iklim, Uni Eropa mengadopsi bayi gajah bernama 'Eropa' dari Tangkahan sebagai maskot Uni Eropa di Indonesia pada tahun 2015. Kunjungan ini memberikan kesempatan untuk melihat 'Eropa', yang saat ini berusia satu tahun, dan berdiskusi dengan komunitas setempat mengenai peluang ekowisata dan konservasi.
Delegasi Uni Eropa yang berkunjung ke USU tidak hanya dihadiri oleh Mr. Vincent Guérend selaku Duta Besar Uni Eropa, tetapi juga oleh beberapa duta besar negara-negara Eropa lainnya, antara lain Duta Besar Austria Mrs. Helene Steinhausl, Duta Besar Greece Mr. Georgios Dogoritis, Duta Besar Hungary Mrs. Judit Nemeth-Pach, Duta Besar Ireland Mr. Kyle O’Sullivan, dan Duta Besar Italy Mr. Vittorio Sandalli. Pada seminar tersebut, di hadapan sekitar 800 mahasiswa USU yang hadir, para duta besar memberikan penjelasan mengenai pariwisata di negara masing-masing.
Seminar juga dihadiri oleh Rektor USU Prof. Dr. Runtung, S.H., M.Hum., Wakil Rektor II USU Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked.(OG) SpOG(K), dan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) USU Dr. Esther Sorta Nababan, M.Sc., Prof. Runtung, Rektor USU, mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan delegasi Uni Eropa ke Universitas Sumatera Utara, "Kami sangat bangga karena delegasi dari Uni Eropa Indonesia saat ini sedang berada di USU. Saya berharap seluruh peserta mendapatkan ide yang produktif dan berguna pada seminar ini," ujar Prof Runtung dalam seminar tersebut. (Humas/Andi).