Medan, 13 Agustus 2026 — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, data, dan kewirausahaan. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) Tahun 2026.
Pada hari kedua pelaksanaan PKKMB, Kamis (13/8/2026), Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-angin, S.P., M.P., hadir sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru FP USU. Kegiatan berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FP USU Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan FP USU, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FP USU.
Mengangkat materi “Petani Milenial: Membangun Generasi Muda Pertanian yang Inovatif, Digital, dan Berdaya Saing”, Yusfahri mengajak mahasiswa untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang besar sekaligus membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Yusfahri menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Sumatera Utara. Dengan luas wilayah mencapai 72.981 km² dan jumlah penduduk sekitar 15,9 juta jiwa pada 2025, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam penyerapan tenaga kerja dan perekonomian daerah.
Sektor pertanian menyerap sekitar 2,15 juta tenaga kerja atau 27,87% dari total tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 25,88% terhadap PDRB Provinsi Sumatera Utara. Sumatera Utara juga memiliki potensi lahan yang besar, dengan sekitar 319.559 hektare lahan sawah baku dan 2,16 juta hektare lahan perkebunan.
Besarnya potensi tersebut membutuhkan generasi penerus yang mampu mengelola sektor pertanian secara adaptif dan inovatif. Salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan adalah regenerasi petani serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.
“Masa depan pertanian Indonesia tidak hanya membutuhkan lebih banyak petani, tetapi membutuhkan petani yang lebih berpendidikan, lebih inovatif, lebih digital, dan lebih berani membangun bisnis,” ujar Yusfahri.
Dalam materi yang disampaikan, Yusfahri menjelaskan bahwa petani milenial bukan sekadar anak muda yang bertani. Petani milenial harus memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku pertanian yang produktif, digital, inovatif, berorientasi bisnis, dan berdaya saing.
Petani masa depan, menurutnya, merupakan perpaduan antara petani, teknologi, bisnis, dan data. Perubahan tersebut mendorong transformasi dari aktivitas sekadar mengolah lahan menjadi kegiatan yang juga mengolah data dan menciptakan nilai.
“Teknologi tidak menggantikan petani; teknologi memperkuat kemampuan petani. Digitalisasi tidak menggantikan petani; digitalisasi membuat petani menjadi lebih kuat,” jelasnya.
Yusfahri juga memperkenalkan berbagai teknologi yang dapat mendukung transformasi pertanian, seperti sensor dan Internet of Things (IoT), citra satelit, data cuaca, GPS, field monitoring, kecerdasan buatan (AI), analitik data, drone pertanian, smart irrigation, smart farming, dan precision agriculture.
Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus membuka peluang baru dalam pemasaran, pembiayaan digital, rantai pasok, dan logistik.
Yusfahri turut mengajak mahasiswa baru FP USU untuk melihat luasnya peluang yang tersedia di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian mencakup berbagai bidang, mulai dari produksi, teknologi, bisnis, riset, hingga kebijakan.
Peluang tersebut antara lain mencakup bidang on-farm, seperti petani modern, smart farming, pemuliaan, dan budidaya; off-farm, seperti pengolahan, pengemasan, logistik, dan cold chain; agribisnis, seperti startup pertanian, marketplace, pemasaran digital, dan konsultansi; riset dan teknologi, seperti AI, IoT, drone, dan bioteknologi; serta pemerintahan dan kebijakan, seperti ASN, pembuat kebijakan, penyuluh, dan perencana pembangunan.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan nilai baru bagi sektor pertanian.
“Jangan hanya menjadi pencari kerja. Jadilah pencipta nilai di sektor pertanian. Belajar, berinovasi, berwirausaha,” pesan Yusfahri.
Keterlibatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan PKKMB FP USU menjadi salah satu bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari pemangku kepentingan sektor pertanian mengenai kondisi, potensi, tantangan, serta peluang pengembangan pertanian di Sumatera Utara. Kolaborasi ini juga memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan dan perkembangan nyata di lapangan.
Sinergi antara FP USU dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara tersebut sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Pemaparan materi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme mahasiswa baru yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber mengenai perkembangan teknologi, peluang bisnis, regenerasi petani, serta masa depan sektor pertanian.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat sektor pertanian secara lebih luas dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pertanian masa depan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Quality Education melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa; SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan kewirausahaan dan penciptaan nilai di sektor pertanian; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi antara FP USU dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara.
Di akhir sesi, FP USU memberikan cendera mata berupa plakat FP USU kepada Yusfahri Perangin-angin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa baru. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan PKKMB ini, kolaborasi FP USU dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam mempersiapkan generasi muda pertanian yang terdidik, inovatif, adaptif terhadap teknologi, berorientasi bisnis, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan bangsa.