> Berita > Fakultas Pertanian Kembali Melakukan Pengabdian Masyarakat Program Desa Binaan Tahun 2021 di Desa Semangat, Kabupaten Karo
Fakultas Pertanian Kembali Melakukan Pengabdian Masyarakat Program Desa Binaan Tahun 2021 di Desa Semangat, Kabupaten Karo
Dipublikasi Pada
10 Desember 2021
Dipublikasi Oleh
Sopa Putri Tanjung S.P
Thumbnail Fakultas Pertanian Kembali Melakukan Pengabdian Masyarakat Program Desa Binaan Tahun 2021 di Desa Semangat, Kabupaten Karo
Fakultas Pertanian USU mengadakan kegiatan Desa Binaan di Desa Semangat, Karo, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pertanian dan pariwisata. Berbagai pelatihan dan demplot dilaksanakan untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi hasil pertanian.
Medan – FP USU: Permasalahan petani di lapangan sangat kompleks sehingga membutuhkan transfer ilmu pengetahuan untuk mendapatkan produksi yang lebih baik. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) kembali mengemban amanah dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) USU untuk melakukan kegiatan Desa Binaan di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan dengan judul Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Lingkup Pertanian dan Pariwisata di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo ini dipimpin oleh Dr. Ir. Hasanuddin, M.S., dan wakil ketua kegiatan ini adalah Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S., yang juga merupakan Dekan FP USU saat ini. Kegiatan yang dilaksanakan dari bulan Juli hingga Desember 2021 ini terdiri dari 5 subjudul, yaitu Penyakit Hawar Daun pada Tanaman Kentang, Budidaya Ayam Petelur dan Pemanfaatan Feses untuk Pupuk Kandang, Konservasi Lahan dan Pupuk Berimbang, Pengembangan Pariwisata, dan Kalender Tanam sebagai Acuan Pola Tanam Petani.
Kegiatan ini (Sabtu, 10/7) dibuka langsung oleh Dekan FP USU, Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya dan diharapkan dapat berlanjut ke tahun berikutnya. “Kita bersyukur karena tahun ini Fakultas Pertanian masih diberi kepercayaan untuk melakukan Desa Binaan di Desa Semangat ini, dan mudah-mudahan akan berlanjut pada tahun berikutnya,” ujarnya. Hal ini juga disambut baik oleh Kepala Desa Semangat, Bapak Resmando Sinulingga, S.Sos., yang merasa senang dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat di desanya. “Kepada Bapak-Ibu sekalian, jangan pernah bosan membagi ilmunya kepada kami di sini,” ujarnya di Jambur Desa Semangat, di hadapan tim pelaksana dan warga Desa Semangat yang hadir pada saat itu.
Pada pelaksanaan kegiatan di lapangan, Fuad Hasan, S.Pt., M.Si., melakukan pelatihan langsung kepada masyarakat Desa Semangat untuk melakukan budidaya ayam kampung petelur, di mana diharapkan agar masyarakat dapat menikmati hasil dari telurnya dan juga kotoran ayam sebagai bahan organik yang dapat diaplikasikan di lahan pertanian mereka. “Produksinya diawal 10 butir telur, kemudian meningkat sampai 31 butir telur per hari,” ujar dosen Program Studi Peternakan FP USU ini.
Selain itu, tim pelaksana juga melakukan demplot konservasi tanaman kentang dengan memperhatikan analisis tanah di Desa Semangat untuk dilakukan rekomendasi pemupukan pada tanaman kentang. Dengan menerapkan low input high output, diharapkan petani akan mendapatkan margin yang tinggi dari budidaya tanaman kentang dengan menerapkan konservasi lahan. “Kita ingin merubah paradigma petani mengenai pemberian pupuk sesuai dengan kondisi tanah agar margin keuntungan yang didapatkan petani lebih tinggi,” ujar Dr. Ir. Sarifuddin, M.P., yang merupakan Kepala Laboratorium Riset dan Teknologi FP USU.
Perbandingan tanaman di luar naungan (atas) dan didalam naungan (bawah). Serangan penyakit hawar daun pada tanaman kentang umur 60HST (kiri) dan saat umur 90 HST (kanan).
Selain itu, pada demplot ini, petani dapat membandingkan penanganan penyakit hawar daun yang kerap menyerang tanaman kentang di Desa Semangat, baik pada tanaman di lapangan terbuka maupun yang ada dalam rumah plastik. “Pada akhirnya memang tanaman yang berada di dalam naungan lebih baik dalam menghadapi penyakit hawar daun,” ujar Ketua Tim Pelaksana, Dr. Ir. Hasanuddin, M.S.
Pada kegiatan panen kentang demplot konservasi lahan dengan pupuk berimbang (Sabtu, 4/12), yang dilakukan di lahan petani dan dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana serta Koordinator Kegiatan Konservasi Lahan, didapatkan hasil tanaman kentang yang besarnya seragam dan dengan input lahan yang rendah. “Bagus umbi kentangnya, besarnya relatif sama,” ujar Ir. Lahmuddin Lubis, M.P., yang juga merupakan staf pengajar di FP USU.