home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Pertanian USU dan LATERAL Gelar FGD “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara”

Fakultas Pertanian USU dan LATERAL Gelar FGD “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara”

Dipublikasi Pada

22 Juli 2025

Dipublikasi Oleh

Sopa Putri Tanjung S.P

Fakultas Pertanian USU dan LATERAL Gelar FGD “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara”
Thumbnail Fakultas Pertanian USU dan LATERAL Gelar FGD “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara”
Program Studi Peternakan FP USU bersama LATERAL menyelenggarakan FGD bertema “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara” pada 18 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas upaya penyelamatan populasi kerbau perah yang semakin kritis melalui kolaborasi multipihak.

Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan LATERAL menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menyelamatkan Kerbau Perah di Sumatera Utara” pada Jumat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Ruang DH Penny Fakultas Pertanian USU dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari Peternak Kerbau Perah, Dinas Pertanian/Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Deli Serdang & Serdang Bedagai, Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara, BPTU Siborong-Borong, Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil Sei Putih, Dosen/peneliti yang konsern terhadap isu Peternakan Kerbau, Anggota DPRD, dan Wartawan Nasional.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Sarjana Peternakan FP USU, Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si., IPM., dan Ketua LATERAL, Dr. Saruhum Rambe, S.Sos., M.Si. Diskusi dipandu oleh Dr. Abdullah Akhyar Nasution, S.Sos., M.Si., dan diisi dengan pemaparan materi mengenai kondisi aktual kerbau perah di Sumatera Utara serta identifikasi tantangan dan potensi pengembangannya.



FGD ini digagas sebagai respons terhadap kondisi kritis populasi kerbau perah di Sumatera Utara yang kini hanya tersisa sekitar 350 ekor dan tersebar di delapan peternakan keluarga di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Jumlah ini jauh di bawah ambang batas viable population sebesar 500 ekor menurut FAO, yang mengancam keberlanjutan genetik dan potensi ekonominya.

Permasalahan utama yang dibahas dalam diskusi ini mencakup fragmentasi populasi dan rendahnya kepadatan kerbau yang hanya mencapai 0,42 ekor per kilometer persegi. Selain itu, sistem manajemen peternakan masih bersifat tradisional dan belum didukung pencatatan genetik yang memadai. Keterbatasan ekonomi serta akses terhadap teknologi juga menjadi kendala signifikan. Tak hanya itu, pemanfaatan susu kerbau sebagai sumber gizi untuk mencegah stunting dinilai masih belum optimal.




Melalui FGD ini, peserta mendiskusikan kondisi aktual peternakan kerbau perah, tantangan yang dihadapi peternak, serta merumuskan solusi konkret berbasis kolaborasi multipihak. Beberapa rencana aksi yang diusulkan antara lain: pelaksanaan inseminasi buatan (IB) massal, pendirian breeding center, pengolahan susu secara integratif, serta sertifikasi produk.
 

Dalam FGD, peternak asal Tanjungmorawa, Rajeh Lalpur, mengungkapkan kendala yang dihadapi peternak, seperti minimnya benih unggul dan terbatasnya pakan hijauan akibat sempitnya lahan. Ia juga berharap ada dukungan pemerintah agar kerbau bisa digembalakan di areal perkebunan. “Selama ini kami tidak diizinkan menggembalakan kerbau di kebun milik perusahaan, padahal kalau digembalakan, produksi susu jauh lebih banyak,” ujarnya. Rajeh juga menyoroti belum berkembangnya pengolahan dan diversifikasi susu kerbau.

Direktur LATERAL, Dr. Saruhum Rambe, M.Si., menyatakan bahwa upaya menyelamatkan kerbau perah dari kepunahan di Sumatera Utara memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan peternak, pengkajian dan penelitian bersama akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), serta dukungan dari pemerintah, swasta, dan media.

Kegiatan ini diinisiasi oleh LATERAL yang bekerjasama dengan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian USU yang dipimpin oleh PIC Fuad Harahap, M.Pt. (Dosen Prodi Peternakan FP USU). Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal penyelamatan kerbau perah sebagai plasma nutfah sekaligus potensi ekonomi lokal. Hasil FGD akan disusun dalam bentuk policy brief dan disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis ke depan.

Berita