Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menyelenggarakan sosialisasi Study Abroad Program “2026 New Southbound Policy Elite Study Program” di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Classroom-1 (CR-1) Program Studi Agroteknologi FP USU ini bertujuan memberikan informasi sekaligus membekali mahasiswa yang berminat mengikuti program pertukaran akademik internasional yang akan dilaksanakan pada September 2026 hingga Januari 2027.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan I FP USU, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si., dosen, staf ahli dekan, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi sarjana di lingkungan Fakultas Pertanian USU, yaitu Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Manajemen Sumberdaya Perairan, serta Teknik Pertanian dan Biosistem.
Dalam sambutannya, Dr. Nini Rahmawati menyampaikan bahwa program abroad merupakan salah satu implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.
“Pengalaman belajar di luar negeri akan memperluas wawasan mahasiswa dan membuka kesempatan membangun jejaring internasional karena akan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting untuk masa depan. Kami berharap semakin banyak mahasiswa Fakultas Pertanian USU yang dapat mengikuti jejak para alumni dan memperoleh kesempatan belajar di Taiwan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program tersebut tidak perlu khawatir terhadap masa studi karena kegiatan akademik selama lima bulan di NPUST akan direkognisi setara dengan satu semester atau sebanyak 20 SKS.
Pada sesi berbagi pengalaman, James Wells, S.Agr., alumni New Southbound Policy Elite Study Program 2024, memaparkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan serta berbagi pengalaman selama mengikuti program abroad di Taiwan. Ia menjelaskan berbagai aspek kehidupan mahasiswa internasional, mulai dari proses adaptasi, budaya akademik, hingga pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Sosialisasi juga menghadirkan Matseh Kosasih, Ketua Dewan Penasehat ICATI (Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia), dan Dodi Huang, Ketua ICATI, yang memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan program serta proses administrasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta.
Dalam pemaparannya, Matseh Kosasih menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu takut untuk melanjutkan studi ke luar negeri karena terdapat jaringan alumni yang siap membantu.
“Sekolah ke luar negeri tidak perlu takut karena ada alumni dan perwakilan di Medan yang siap membantu. ICATI juga hadir di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ICATI Sumatera Utara merupakan organisasi alumni Taiwan yang bersifat non-profit dan telah ditunjuk secara resmi sebagai unit rekomendasi terakreditasi di wilayah Sumatera Utara untuk membantu proses rekomendasi calon mahasiswa sesuai standar yang berlaku.
Sementara itu, Dodi Huang menyoroti pentingnya pengalaman internasional dalam membangun kemampuan kolaborasi dan keterampilan sosial mahasiswa.
“Perbedaan utama lulusan luar negeri adalah kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Kemampuan sosial ini memang dilatih selama proses studi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Taiwan menjadi salah satu destinasi pendidikan yang menarik karena menawarkan kualitas pendidikan yang tinggi dengan biaya yang relatif terjangkau serta lingkungan yang terbuka terhadap keberagaman budaya internasional.
Materi mengenai kehidupan akademik di NPUST juga disampaikan oleh Wida Akasah, S.Agr., M.Sc., dosen Fakultas Pertanian USU sekaligus alumni Chiayi University, Taiwan. Dalam paparannya, ia menjelaskan suasana perkuliahan, fasilitas kampus, serta berbagai peluang akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani studi di Taiwan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, di antaranya mengenai cara beradaptasi dengan sistem pembelajaran dan lingkungan baru agar tidak mengalami stres, keberadaan organisasi yang mendampingi mahasiswa Indonesia di Taiwan, serta solusi bagi mahasiswa yang masih khawatir terhadap persyaratan kemampuan bahasa Inggris, khususnya nilai TOEFL.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fakultas Pertanian USU berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk memanfaatkan peluang belajar di luar negeri guna meningkatkan kompetensi akademik, memperluas jaringan internasional, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.