Deli Serdang, 14 Oktober 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) terlibat dalam kegiatan Kajian Model Pengendalian Inflasi Berbasis Produksi dan Konsumsi Pangan Strategis Kabupaten Deli Serdang yang dilaksanakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji model pengendalian inflasi pangan yang mengintegrasikan aspek produksi, konsumsi, ketersediaan pasokan, harga, dan distribusi komoditas strategis. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., hadir untuk menyampaikan pemikiran dan kajian terkait pengendalian inflasi pangan berbasis data. Turut hadir Ir. Thomson Sebayang, M.T., dosen Program Studi Agribisnis FP USU, bersama perwakilan Bappedalitbang Kabupaten Deli Serdang, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum BULOG, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya yang menangani kelautan dan ketahanan pangan, peternakan, serta hortikultura.





Pembahasan dalam kegiatan ini menempatkan Kabupaten Deli Serdang sebagai wilayah yang memiliki peran strategis dalam sistem pangan regional. Selain menjadi daerah penghasil berbagai komoditas pertanian, Deli Serdang juga merupakan wilayah dengan kebutuhan konsumsi yang besar serta bagian dari jalur distribusi pangan di kawasan Medan–Binjai–Deli Serdang–Karo.

Kajian difokuskan pada delapan komoditas pangan strategis, yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng. Analisis terhadap komoditas tersebut diperlukan untuk memahami hubungan antara kemampuan produksi lokal, kebutuhan konsumsi masyarakat, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi yang dapat memengaruhi pergerakan harga.

Salah satu aspek penting yang dibahas adalah perlunya sistem pemantauan dan peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk mengidentifikasi potensi tekanan harga sebelum terjadi lonjakan yang berdampak luas. Sistem ini direncanakan menggunakan indikator kesenjangan pasokan, anomali harga, volatilitas harga, proyeksi tekanan harga, dan gangguan distribusi. Hasil pemantauan akan digunakan untuk mengelompokkan tingkat risiko sehingga pemerintah daerah dapat menentukan respons yang sesuai dengan kondisi masing-masing komoditas.





Melalui pembahasan lintas instansi, kajian ini juga mendorong pemanfaatan data produksi, konsumsi, harga, stok, dan distribusi secara terpadu. Ketersediaan data yang saling terhubung diharapkan membantu pemerintah daerah mengenali potensi kekurangan pasokan, menentukan prioritas penanganan, serta menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pelaksanaan kajian direncanakan berlangsung dalam tahapan kegiatan selama 60 hari.

Keterlibatan FP USU dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan pangan. Melalui pendekatan berbasis data dan analisis pertanian, hasil kajian diharapkan dapat mendukung perencanaan kebijakan yang lebih terukur serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi gejolak harga pangan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui upaya menjaga ketersediaan dan akses terhadap pangan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan produksi dan distribusi yang lebih efisien, serta SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Dengan demikian, kajian ini diharapkan menjadi salah satu dasar penguatan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat Kabupaten Deli Serdang.