Medan, 3 Agustus 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) terus memperkuat jejaring kemitraan strategis guna mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan pada Senin (3/8/2026) di Kantor BBMKG Wilayah I Medan, Jalan Ngumban Surbakti II No. 15, Medan.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., didampingi para Ketua dan Sekretaris Program Studi jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor di lingkungan FP USU. Sementara dari pihak BBMKG Wilayah I Medan hadir Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Trismanto, M.H., beserta jajaran tim kerja.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua belah pihak, dilanjutkan dengan perkenalan peserta sebelum memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD). Dalam forum tersebut, setiap Ketua Program Studi diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai peluang implementasi kerja sama sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, sehingga kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi mampu menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.




Dalam sambutannya, Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Dr. Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara merupakan momen yang telah lama dinantikan. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang sangat membutuhkan dukungan informasi meteorologi dan klimatologi, terutama di tengah meningkatnya tantangan akibat perubahan iklim.

Ia menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki karakteristik iklim yang unik dengan pola musim yang berbeda di setiap wilayah. Fenomena El Niño dan La Niña, perubahan pola curah hujan, hingga meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, sinergi antara BBMKG dan perguruan tinggi dinilai sangat penting untuk menghasilkan inovasi dan solusi berbasis data yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya sektor pertanian.

"Kami berharap kerja sama ini tidak lagi berjalan secara parsial, tetapi mampu menghasilkan kontribusi yang lebih besar melalui kolaborasi yang terintegrasi. BBMKG telah memiliki berbagai perangkat pengamatan cuaca seperti radar, Automatic Weather Station (AWS), Automatic Rain Gauge (ARG), dan sistem pengamatan lainnya yang tersebar di Sumatera Utara. Potensi ini dapat dimanfaatkan bersama USU untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.




Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dibangun dalam lima tahun kepemimpinannya harus berorientasi pada dampak nyata.

"Permasalahan pertanian tidak mungkin diselesaikan sendiri. Karena itu, kerja sama harus mampu memberikan solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut juga sejalan dengan kurikulum kami yang menekankan penyelesaian persoalan nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Diskusi berlangsung aktif dengan membahas berbagai peluang implementasi kerja sama, mulai dari penyelenggaraan kuliah umum, program praktisi mengajar, penelitian kolaboratif, pemanfaatan data meteorologi dan klimatologi dalam penelitian dosen maupun mahasiswa, hingga pengembangan inovasi berbasis data iklim yang dapat mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian.

Pada akhir FGD, Dekan FP USU menegaskan bahwa BBMKG merupakan salah satu mitra paling strategis bagi Fakultas Pertanian USU dalam mendukung pembangunan pertanian di Sumatera Utara. Salah satu rencana yang menjadi fokus pembahasan adalah pengembangan dashboard stabilisasi harga pangan yang mengintegrasikan data cuaca sebagai dasar analisis dan prediksi kondisi pertanian. Pengembangan inovasi tersebut direncanakan melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Selain itu, salah satu penelitian dari Program Studi Magister Ilmu Pangan juga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi implementasi awal kerja sama dengan BBMKG. Ke depan, kedua institusi juga akan menindaklanjuti berbagai program kolaboratif melalui kuliah umum, praktisi mengajar, riset bersama, pemanfaatan data meteorologi dalam penelitian, hingga publikasi ilmiah yang melibatkan kedua institusi sebagai bentuk kemitraan yang saling menguatkan.




Melalui pertemuan ini, Fakultas Pertanian USU dan BBMKG Wilayah I Medan menegaskan komitmen untuk membangun kolaborasi yang berorientasi pada solusi, inovasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan data iklim, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung pembangunan pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud nyata kontribusi Fakultas Pertanian USU dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 4 (Quality Education) melalui kolaborasi pendidikan, pembelajaran, dan penelitian, SDG 13 (Climate Action) melalui pemanfaatan data iklim untuk mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.