Medan, 15 Oktober 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menjajaki peluang kerja sama dengan Medan Agro-Photovoltaic Project Company Dongfeng Indonesia dalam pengembangan budidaya kedelai berbasis pemanfaatan energi surya. Diskusi berlangsung di Ruang Rapat Dekan FP USU dengan fokus pada penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kedelai di wilayah tropis.

Diskusi dihadiri Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec.; Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun, M.P.; Ketua Program Studi S1 Agroteknologi, Prof. Dr. Diana Sofia Hanafiah, S.P., M.P.; Ketua Program Studi S1 Peternakan, Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng.; Ketua Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si.; Ketua Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem, Dr. Lukman Adlin Harahap, S.TP., M.Si.; serta Manajer Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi, Dian Pebriyani, S.P., M.P.

Sementara itu, Dongfeng Indonesia diwakili oleh Wang selaku penanggung jawab Departemen Proyek, Li selaku penanggung jawab teknis Departemen Proyek, serta Livia dan Winny dari staf Departemen Proyek.

Perwakilan Dongfeng Indonesia, Wang, menyampaikan rencana penerapan teknologi panel surya yang dipadukan dengan sistem irigasi tetes dan pengelolaan berbasis komputer. Sebelum dikembangkan dalam skala lebih luas, kedua pihak akan mengkaji penerapan teknologi tersebut melalui uji coba awal.

“Kami ingin memulai dengan beberapa percobaan kecil. Jika hasilnya baik, pengembangan dapat diperluas. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan Fakultas Pertanian,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung antara PT. Dongfeng Indonesia dengan FP USU.


Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, diperlukan penelitian untuk menentukan pola budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia sekaligus memastikan kelayakan ekonomi teknologi yang diterapkan.

“Tantangan pertama adalah menemukan pola pertanian yang tepat dan memastikan teknologi ini layak secara ekonomi untuk diterapkan di Indonesia,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa FP USU memiliki fasilitas rumah kaca dan lahan percobaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian awal.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim dan menunjuk narahubung untuk menyusun rencana penelitian bersama. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan inovasi budidaya kedelai yang produktif, adaptif terhadap kondisi tropis, dan berkelanjutan.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi surya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi pertanian, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Foto bersama antara pihak PT. Dongfeng Indonesia dan Pimpinan Fakultas Pertanian USU di Gedung Induk Fakultas Pertanian USU.