home icon
search icon
menu icon

> Berita > H-1 Menuju The 1st ICFTNSA, PATPI dan Prodi ITP FP USU gelar Workshop Pre-Conference terkait Porang

H-1 Menuju The 1st ICFTNSA, PATPI dan Prodi ITP FP USU gelar Workshop Pre-Conference terkait Porang

Dipublikasi Pada

29 September 2021

Dipublikasi Oleh

Sopa Putri Tanjung S.P

H-1 Menuju The 1st ICFTNSA, PATPI dan Prodi ITP FP USU gelar Workshop Pre-Conference terkait Porang
Thumbnail H-1 Menuju The 1st ICFTNSA, PATPI dan Prodi ITP FP USU gelar Workshop Pre-Conference terkait Porang

Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU sukses menyelenggarakan Workshop Pre-Conference Teknologi Pengolahan Porang dan Produk Derivatnya secara daring pada Rabu 29 September 2021. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan menuju The 1st International Conference on Food Technology, Nutrition and Sustainable Agriculture (ICFTNSA) yang akan diselenggarakan keesokan harinya pada Kamis 30 September 2021. 

Dihadiri oleh 460 orang peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa, praktisi (petani dan pengusaha di bidang porang), peneiti, dan profesional lainnya, Workshop Pre-Conference ini menghadirkan Ir. Mukhlis Bahrainyi (PT PATPI & CEO Pachira Group), Prof. Dr. Ir. Eni Hamayani, M.Sc (PP PATPI & FTP Universitas Gadjah Mada), dan Dr. Yunida Nugrahanti Soedarto, Apt., M.P (Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM) sebagai narasumber. Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc. selaku Ketua Umum PATPI Pusat. Selain itu, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si. (Wakil Dekan III FP USU/Ketua PATPI Cabang Medan) dan Prof. Ir Usman Pato, M.Sc. Ph.D (Ketua Taskforce) juga turut memberikan sambutannya. Keduanya berharap semoga acara ini bisa memantik semangat seluruh pihak untuk ambil peran dan membangkitkan pertanian serta pangan Indonesia terutama pengolahan porang dan produk turunannya di masa yang akan datang. Sementara itu, bertindak sebagai Master of Ceremony adalah Prof. Tuty Anggraini, S.TP., M.P., Ph.D dari FATETA Universitas Andalas.

Dipandu oleh Dr. Asep Nurhikmat, M.P. (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sebagai moderator, acara inti dari kegiatan workshop Pre-Conference ini terdiri dari 3 sesi interaktif. Ir Mukhlis Bahrainy bertindak sebagai narasumber pada sesi pertama dengan materi “Teknologi Pengolahan Porang Menjadi Glukomanan, Pati dan Serat”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komperehensif mulai dari komposisi kimia dan neraca bahan, membangun keunggulan dan daya saing, membangun teknologi pengolahan porang, produk dan segmentasi pasar, hingga perkampungan industri pengolahan porang. 

Pemaparan oleh  Ir.  Mukhlis Bahrainy

Pada sesi kedua, Prof. Dr. Ir. Eni Hamayani, M.Sc bertindak sebagai narasumber dengan tema paparan "Pengembangan Produk Pangan Berbasis Glukomanan Porang". Glukomanan adalah serat pangan larut air yang dapat diperoleh secara alami dari umbi tanaman porang (Amorphophallus ancophyllus).  “Produk glukomanan ini dianggap sebagai “Top 10 health Food” menurut WHO dan digunakan sebagai pembuat makanan khas Jepang yaitu konyaku dan beras shirataki. Kemudian sifatnya mampu membentuk gel dan viskositas yang tinggi sehingga potensi aplikasi di industri pangan ini cukup besar,” paparnya. Menurut beliau, glukomanan juga bisa dikombinasikan dengan bahan lain untuk mendapatkan fungsi-fungsi tertentu dengan mempertimbangkan efek tergantung konsentrasi dan kualitas bahan. Bahkan glukomanan juga dapat berfungsi sebagai prebiotic. Pada akhir pemaparannya, akademisi yang berasal dari Universitas Gadjah Mada tersebut menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara penghasil umbi porang perlu memanfaatkan kekayaan alam ini secara terpadu mulai dari bahan baku hingga produk akhir dengan nilai tambah tinggi sehingga memberi manfaat yang luas bagi masyarakat. 

Pemaparan sesi 2 oleh Prof. Dr. Ir. Eni Hamayani, M.Sc.

Dr. Yunida Nugrahanti Soedarto, Apt., M.P bertindak sebagai narasumber pada sesi interaktif terakhir. Beliau menyampaikan materi mengenai "Regulasi dan Standardisasi Produk Industri Porang Nasional". Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa regulasi produk pangan olahan porang meliputi persyaratan keamanan, mutu, gizi, dan label pangan. “Dengan adanya regulasi pangan, diharapkan pelaku usaha dapat memastikan keamanan, mutu, dan gizi produk pangan olahan yang diproduksi dan konsumsi,” tuturnya. Selain itu, peraturan yang telah ditetapkan diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik dalam rangka perlindungan masyarakat dan peningkatan daya saing. 

Pemaparan sesi 3 oleh Dr. Yunida Nugrahanti Soedarto, Apt., M.P

Acara ini ditutup oleh Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P selaku Ketua PP PATPI Bidang II. Dalam pidato penutupannya, beliau berharap akan ada workshop-workshop lanjutan untuk bisa memberikan pengayaan lebih detail terkait materi-materi yang dibawakan oleh para narasumber sehingga  ilmu dan momentum terkait porang tidak hilang. 

 

Berita