Medan — Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si., secara resmi melepas mahasiswa untuk mengikuti kegiatan PLSPS di YAGASU. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan sumber daya perairan dan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Dr. Ahmad Muhtadi menyampaikan bahwa kegiatan PLSPS merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman kerja nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari praktik pengelolaan lingkungan, konservasi ekosistem pesisir, rehabilitasi mangrove, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola sumber daya alam berbasis partisipasi.

“Mahasiswa harus memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan profesional. Jagalah nama baik Program Studi MSP, Fakultas Pertanian, dan Universitas Sumatera Utara dengan menunjukkan kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama,” pesan Dr. Ahmad Muhtadi.

Kaprodi MSP USU juga menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kerja sama lintas disiplin. Pengalaman belajar bersama YAGASU diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara kelestarian ekosistem, kesejahteraan masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

YAGASU Berkomitmen Memperkuat Kerja Sama dengan USU

Direktur YAGASU, Anton Syahputra Siregar, M.Si., menyambut baik kehadiran mahasiswa MSP USU dan menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan dengan Universitas Sumatera Utara. Kerja sama tersebut diharapkan tidak terbatas pada pelaksanaan PLSPS, tetapi dapat dikembangkan melalui program magang, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas, serta berbagai kegiatan konservasi lingkungan lainnya.

“YAGASU berkomitmen untuk terus menjalin dan mengembangkan kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara, baik melalui kegiatan magang mahasiswa maupun program-program lain yang relevan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Anton Syahputra Siregar.

Menurut Anton, keterlibatan mahasiswa dan perguruan tinggi memiliki arti penting dalam mendukung program-program konservasi berbasis ilmu pengetahuan. Mahasiswa dapat menghadirkan perspektif akademik, semangat inovasi, dan gagasan baru, sedangkan kegiatan lapangan memberikan pengalaman praktis yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.






Komitmen tersebut membuka peluang bagi pengembangan kemitraan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara YAGASU dan USU. Kolaborasi ke depan dapat diarahkan pada pelaksanaan magang reguler, penelitian kolaboratif, penyusunan basis data lingkungan, rehabilitasi ekosistem pesisir, edukasi masyarakat, serta pengembangan model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Memperkuat Pembelajaran di Luar Kampus

Pelaksanaan PLSPS di YAGASU merupakan bentuk implementasi pembelajaran di luar kampus yang memberikan pengalaman kontekstual kepada mahasiswa. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa berkesempatan mengenali kondisi sosial dan ekologis wilayah kerja, mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sumber daya pesisir, serta terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui interaksi dengan praktisi dan masyarakat, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman bahwa pengelolaan sumber daya perairan memerlukan pendekatan terpadu. Aspek ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan harus dipertimbangkan secara bersama-sama dalam merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Program Studi MSP USU untuk memperkuat jejaring kemitraan dengan lembaga yang bergerak dalam bidang konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang adaptif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata.

Mendukung Pencapaian SDGs

Kegiatan PLSPS dan penguatan kemitraan antara USU dan YAGASU berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran lapangan, magang, dan peningkatan kompetensi profesional mahasiswa.

SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui dukungan terhadap perlindungan dan pemulihan ekosistem yang berkaitan dengan sumber daya air.

SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui penguatan pemahaman mengenai peran ekosistem pesisir dan mangrove dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

SDG 14 – Ekosistem Lautan, melalui kegiatan yang mendukung konservasi, rehabilitasi, dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya pesisir dan laut.

SDG 15 – Ekosistem Daratan, terutama dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem yang mengalami degradasi.

SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga mitra dalam bidang pendidikan, penelitian, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada akhir kegiatan pelepasan, Kaprodi MSP USU berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti rangkaian PLSPS dengan sungguh-sungguh serta menghasilkan pengalaman, pengetahuan, dan rekomendasi yang bermanfaat. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi duta program studi yang menunjukkan integritas, profesionalisme, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat kolaborasi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi MSP Fakultas Pertanian USU dan YAGASU menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan kemitraan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.