home icon
search icon
menu icon

> Berita > Kuliah Umum Aplikasi Teknologi Digital dalam Rantai Pasok Agribisnis (Kasus Program Minyak Goreng Rakyat) Program Studi Magister Agribisnis FP USU

Kuliah Umum Aplikasi Teknologi Digital dalam Rantai Pasok Agribisnis (Kasus Program Minyak Goreng Rakyat) Program Studi Magister Agribisnis FP USU

Dipublikasi Pada

06 Juni 2022

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Kuliah Umum Aplikasi Teknologi Digital dalam Rantai Pasok Agribisnis (Kasus Program Minyak Goreng Rakyat) Program Studi Magister Agribisnis FP USU
Thumbnail Kuliah Umum Aplikasi Teknologi Digital dalam Rantai Pasok Agribisnis (Kasus Program Minyak Goreng Rakyat) Program Studi Magister Agribisnis FP USU
Kelangkaan minyak goreng sejak akhir 2021 mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti subsidi BPDPKS, HET, dan DMO. Program Migor Rakyat diluncurkan pada Mei 2022 dengan teknologi digital untuk memastikan penjualan tepat sasaran.

Masalah kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng muncul sejak akhir tahun 2021. Kendati pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, hingga Maret 2022 kelangkaan minyak goreng masih tetap ditemukan. Ada kebijakan pemerintah yang mendorong kelangkaan namun menguntungkan korporasi sawit. Sejak permasalahan minyak goreng muncul, pemerintah sedikitnya telah mengeluarkan tiga kebijakan dalam waktu berdekatan. Kebijakan tersebut antara lain mengatur subsidi minyak goreng menggunakan dana perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit, dan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban perusahaan untuk memasok produksi bagi pasar dalam negeri. Seluruhnya diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan.

 

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dengan pelaku usaha minyak goreng meluncurkan Program Migor Rakyat pada hari 17 Mei 2022. Program ini bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp14.000/liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah. “Program ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha migor untuk rakyat. Sepenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil.

 

 

Program Migor Rakyat menekankan pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Implementasi dilaksanakan oleh pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah Rp14.000/liter tepat sasaran. Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas atau KTP. “Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program Migor Rakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan IDFood dapat diakses oleh siapa saja. Saat ini sudah ada 1200 lokasi yang tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.

 

Hal ini sangat relevan dengan bidang studi agribisnis terutama dalam bidang supply chain management. Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran lengkap yang diperoleh langsung dari para pelakunya, Program Studi Agribisnis melakukan kuliah umum tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi dosen-dosen. Kuliah umum ini diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Program Studi S-1 Agribisnis dan S-2 Data Science dan Artificial Intelligence yang sangat berkaitan erat dengan teknologi digital. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh CSSPO, AAI, dan PP PERHEPI.

Berita