Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (FP USU), berpartisipasi dalam kegiatan Akselerasi Tanam Kedelai di tujuh unit kebun PTPN IV Regional II. Kegiatan ini meliputi Kebun Mayang, Kebun Tanjung Jati, Kebun Adolina, Kebun Berangir, Kebun Dolok Sinumbah, Kebun Marihat, dan Kebun Tinjowan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan magang yang memberikan kesempatan untuk mengenal secara langsung praktik budidaya tanaman serta dinamika pengelolaan perkebunan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan ilmu pertanian di lapangan, khususnya dalam mendukung pengembangan komoditas kedelai. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai teknik budidaya, pengelolaan tanaman, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pertanian. Dengan demikian, program magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kampus, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di sektor pertanian.





Akselerasi tanam kedelai juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Sebagai salah satu komoditas penting, kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mendukung keberlanjutan sistem pertanian. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.

Kolaborasi antara Program Studi Agroteknologi FP USU dan PTPN IV Regional II turut mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan operasional di lapangan, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan dunia kerja. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan sektor pertanian serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing.





Kontribusi kegiatan ini terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) mencakup SDG 2 (Zero Hunger) melalui dukungan terhadap peningkatan produksi kedelai dan penguatan ketahanan pangan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan kompetensi mahasiswa dengan pengalaman praktis di sektor pertanian, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.