MEDAN — Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU), melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan (field trip) mata kuliah Tanaman Perkebunan 1 (Kelapa Sawit dan Karet) bagi mahasiswa angkatan 2025 ke PTPN IV Regional II Unit Kebun dan Pabrik Adolina pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan proses pengolahan hasilnya di lingkungan industri.
Kunjungan ini dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan melalui pengamatan langsung di lapangan. Dengan mengunjungi unit kebun dan pabrik dalam satu rangkaian kegiatan, mahasiswa dapat melihat keterkaitan antara tahapan budidaya, kegiatan pemanenan, pengangkutan tandan buah segar (TBS), dan proses pengolahan di pabrik kelapa sawit.
Kegiatan ini didampingi oleh tiga dosen, yaitu Ibu Vira Irma Sari, S.P., M.Si., Ibu Nursaadah, S.ST., M.Agr., dan Ibu Rouzatul Nafisah, S.P., M.Si. Dari pihak PTPN IV Regional II Unit Kebun Adolina, materi disampaikan oleh Bapak Muhammad Kevin Bramantyo selaku Asisten Kepala dan Bapak Pindo Prasetio. Sementara itu, pada kunjungan ke Unit Pabrik Adolina, mahasiswa memperoleh penjelasan dari Bapak Jealshon Nico Sinulingga selaku Manajer Pabrik Adolina dan Bapak Dyo Fauzan selaku Asisten Pabrik.
Di perkebunan, mahasiswa mempelajari tahapan pengelolaan kelapa sawit yang meliputi pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), dan tanaman menghasilkan (TM). Pada tahap pembibitan, mahasiswa mengamati sistem pre-nursery dan main-nursery, termasuk pemeliharaan bibit, fasilitas pendukung, serta penerapan teknologi penyiraman.
Pembelajaran berlanjut pada pengelolaan tanaman TBM dan TM, yang mencakup pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, sanitasi lahan, serta sensus tanaman. Mahasiswa juga diperkenalkan pada aspek teknis pemanenan, seperti perhitungan angka kerapatan panen, kebutuhan tenaga kerja, penggunaan alat panen, dan pengaturan transportasi hasil. Aspek-aspek tersebut penting untuk mendukung kelancaran panen dan memastikan TBS yang telah dipanen dapat diangkut secara tepat.

Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai penangkaran serangga penyerbuk kelapa sawit, Elaeidobius kamerunicus, yang berperan dalam proses penyerbukan dan mendukung pembentukan buah. Pengamatan ini memperlihatkan bahwa produktivitas perkebunan tidak hanya ditentukan oleh pemeliharaan tanaman, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis dan pengelolaan operasional yang terencana.
Pada unit pabrik, mahasiswa mempelajari gambaran umum proses pengolahan TBS menjadi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO) dan inti sawit (palm kernel). Penjelasan dari pihak pabrik memberikan pemahaman mengenai tahapan pengolahan, fungsi mesin dan peralatan, serta pentingnya pengaturan alur bahan dalam menunjang kelancaran proses produksi.

Kunjungan ini juga memperluas wawasan mahasiswa tentang peran teknologi dan mekanisasi dalam industri kelapa sawit. Penggunaan mesin, pengaturan alur produksi, efisiensi proses, dan perhatian terhadap keselamatan kerja merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh calon lulusan Teknik Pertanian dan Biosistem.
Dengan mengamati unit kebun dan pabrik secara berkesinambungan, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa keberhasilan industri kelapa sawit memerlukan koordinasi antara pengelolaan tanaman, pemanenan, transportasi hasil, dan pengolahan di pabrik. Setiap tahapan memiliki peran dalam menjaga mutu bahan baku dan mendukung efisiensi produksi.
Kunjungan lapangan ini menjadi pelengkap pembelajaran yang telah diperoleh mahasiswa di kelas. Materi yang sebelumnya dipelajari melalui penjelasan dosen, presentasi, gambar, dan video dapat dipahami secara lebih konkret melalui pengamatan terhadap kegiatan operasional di perkebunan dan pabrik.
Bagi mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem, pengalaman tersebut penting untuk memahami penerapan ilmu dalam situasi nyata, terutama yang berkaitan dengan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya, sistem kerja, dan efisiensi proses produksi. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenali ruang lingkup pekerjaan serta tanggung jawab tenaga profesional di bidang pengelolaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
Dosen pendamping, Vira Irma Sari, S.P., M.Si. berharap kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman mahasiswa mengenai pengelolaan kelapa sawit, mulai dari pembibitan hingga pengolahan TBS di pabrik. Sebagai kunjungan lapangan pertama bagi mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem angkatan 2025, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berkesan yang menumbuhkan semangat belajar dan minat berkarier di sektor perkebunan kelapa sawit.
Pengalaman lapangan juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan cara berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Dengan bekal pengetahuan teknis dan pemahaman terhadap kebutuhan industri, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan kunjungan lapangan ini selaras dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik profesional. Kegiatan ini membantu mahasiswa memperluas kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Selanjutnya, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi berkaitan dengan pengenalan lingkungan kerja, proses operasional industri, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Sementara itu, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur relevan dengan pembelajaran mengenai mekanisasi, penggunaan mesin dan peralatan, serta penerapan teknologi dalam proses produksi.
Dari sisi keberlanjutan, kegiatan ini juga membuka ruang pembelajaran mengenai pentingnya efisiensi pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan proses produksi yang bertanggung jawab, sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemahaman tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk melihat pengembangan industri kelapa sawit tidak hanya dari aspek produktivitas, tetapi juga dari kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian USU terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan pengenalan dunia profesional. Diharapkan, pengalaman di PTPN IV Regional II Unit Kebun dan Pabrik Adolina dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.