home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pelaksanaan Kuliah Umum "Konsep Blue Economy sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan"

Pelaksanaan Kuliah Umum "Konsep Blue Economy sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan"

Dipublikasi Pada

25 Oktober 2023

Dipublikasi Oleh

Nursa'adah, S.ST., M.Agr

Pelaksanaan Kuliah Umum "Konsep Blue Economy sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan"
Thumbnail Pelaksanaan Kuliah Umum "Konsep Blue Economy sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan"
Kuliah umum Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FP USU, 23 Oktober 2023, mengusung topik "Blue Economy" sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), mengadakan kuliah umum pada hari Senin, 23 Oktober 2023. Narasumber pada acara kuliah umum ini adalah Prof. Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc., Guru Besar Manajemen Sumber Daya Perairan IPB. Kuliah umum ini diselenggarakan secara hybrid di Gedung D.H. Peni Fakultas Pertanian USU. Acara ini juga turut dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan 1, jajaran dosen Manajemen Sumber Daya Perairan USU, serta mahasiswa.

 

Kuliah umum ini mengusung topik "Konsep Blue Economy Sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan." Prof. Fredinan Yulianda memaparkan besarnya potensi Blue Economy di Indonesia, yang berbasis pada sumber daya laut yang jauh lebih melimpah dibandingkan dengan Green Economy atau ekonomi berbasis sumber daya daratan. Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, beliau menyampaikan bahwa pengelolaan ekonomi kelautan yang efektif dan berkelanjutan adalah kunci untuk mengembangkan Blue Economy di Indonesia.

 

 

Beberapa tantangan dalam pengelolaan Blue Economy di Indonesia, antara lain adalah distribusi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut yang belum merata, polusi laut seperti masalah sampah plastik dan limbah, rendahnya komitmen untuk menjalankan program nyata yang berdampak, minimnya anggaran untuk pembangunan sektor kelautan, serta ego sektoral. Selain itu, tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat pesisir yang rendah juga menjadi masalah penting.

"Padahal masyarakat pesisir merupakan tonggak utama dari Blue Economy," ujar Prof. Fredinan.

 

Menjaga kelestarian lingkungan laut juga merupakan komponen penting dalam Blue Economy. Secara umum, ada dua pilar utama yang menopang konsep ini: pilar ekonomi kelautan dan pilar lingkungan laut. Konsep Blue Economy berlandaskan paradigma pembangunan ekonomi berbasis ekosistem, yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dan pembangunan ekonomi secara berkesinambungan.

Ke depannya, Blue Economy harus menjadi tren, sehingga seluruh elemen masyarakat menyadari tingginya nilai intrinsik sumber daya kelautan. "Hal paling kecil yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah mempelajari dan menggali ilmu pengelolaan sumber daya perairan, serta menjadikan ikan sebagai pangan utama masyarakat kita. Bukan iwak ayam, tapi iwak ikan!" canda Prof. Fredinan.

 

 

Rambu-rambu Blue Economy di Indonesia meliputi beberapa aspek penting, seperti mengutamakan nelayan kecil, masyarakat lokal, dan masyarakat adat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu, perlu adanya akses data kelautan yang transparan dengan sistem informasi yang mutakhir. Dari segi kebijakan, diperlukan mekanisme pengawasan end-to-end yang partisipatif, penegakan hukum yang tegas, tata kelola laut berbasis kearifan lokal, perluasan kawasan konservasi, penerapan kebijakan eksploitasi yang terukur (PIT), pengembangan budidaya, serta mitigasi polusi dan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Blue Economy adalah hubungan yang tidak terpisahkan antara pengembangan sosial-ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam tersebut harus diatur secara serius dan terpadu, sehingga tercipta pengendalian yang efektif untuk mendukung perekonomian bangsa.

 

Berita