Medan – FP USU: Telah terlaksana Penandatanganan MoA dan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta kegiatan Kuliah Umum Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian USU dengan tema “Dampak Krisis Iklim di Indonesia: Perlunya Adaptasi dan Mitigasi” pada Selasa, 27 September 2022.

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Agenda terdiri atas dua sesi utama. Sesi pertama adalah penandatanganan MoA dan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Pertanian USU dan BMKG. Kegiatan ini dibuka oleh Ardhasena Sopaheluwakan, Ph.D., selaku Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan sebagai perwakilan dari BMKG, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S.

Pada sesi ini, dilakukan pembacaan naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh R.B. Moh. Ibrahim Fatoni, S.Pi., M.Si., dosen Agribisnis Fakultas Pertanian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Pertanian USU dan BMKG, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.

BMKG, sebagai Lembaga Pemerintah Non-Departemen Indonesia, memiliki tugas utama dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Data cuaca dan geofisika yang dihasilkan BMKG sangat relevan bagi penelitian di Fakultas Pertanian, khususnya yang berfokus pada prakiraan kondisi lingkungan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, baik oleh dosen maupun mahasiswa.

Sesi kedua dilanjutkan dengan kuliah umum Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian USU. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala BMKG Sumatera Utara, Syafrinal, S.H., dan Ketua Program Studi Agroteknologi, Dr. Nini Rahmawati, S.P., M.Si. Acara puncak diisi dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Ardhasena Sopaheluwakan, Ph.D.

Kuliah umum ini menyoroti fenomena perubahan iklim yang semakin sering terjadi, seperti cuaca ekstrem yang berubah secara drastis dari suhu tinggi di siang hari menjadi hujan lebat disertai angin kencang di sore hari. Kondisi ini menimbulkan tantangan, baik bagi masyarakat umum maupun para peneliti di lingkungan Fakultas Pertanian. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mendalam mengenai dampak krisis iklim di Indonesia serta pentingnya adaptasi dan mitigasi.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Diskusi interaktif turut mewarnai pelaksanaan kuliah umum, sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan perubahan iklim serta upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Kolaborasi antara FP USU dan BMKG diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Acara ditutup oleh Dekan Fakultas Pertanian USU, Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S., yang menyampaikan harapan agar kerja sama antara FP USU dan BMKG dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak serta berkontribusi terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta penguatan strategi adaptasi dan mitigasi. Selain itu, kerja sama antara FP USU dan BMKG juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antarlembaga dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.