Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) resmi menjalin kerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilaksanakan pada Selasa, 1 Juli 2025, di Ruang Rapat Dekan FP USU.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Dekan FP USU, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS., Wakil Dekan III Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si., Kasubag Kerja Sama, serta staf ahli. Dari pihak Baitulmaal Muamalat, hadir Kepala Perwakilan Sumatera Utara Bapak Budi Syahputra beserta jajaran staf.

Dalam sambutannya, Prof. Tavi menyampaikan kesiapan FP USU untuk mendukung berbagai program BMM yang melibatkan keahlian akademisi. “Fakultas Pertanian USU siap untuk berkolaborasi dengan Maitulmaal Muamalat pada program kerja Baitulmaal Muamalat yang membutuhkan akademisi,” ujar Prof. Tavi.

Sementara itu, Bapak Budi Syahputra mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pengelolaan dana wakaf untuk program produktif. "Dalam pengelolaan dana wakaf pada program yang produktif, Baitulmaal Muamalat membutuhkan bantuan dari akademisi sebagai expertise, seperti pembuatan briket dari tongkol jagung atau lainnya, sedangkat tim Baitulmaal berperan sebagai tim pendamping pelaksanaan kegiatan," jelas Bapak Budi.

Penandatanganan MoA ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program implementatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara FP USU dan Baitulmaal Muamalat juga membuka ruang bagi pemanfaatan keahlian akademik dalam mengembangkan program produktif berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih inovatif dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, FP USU turut berkontribusi dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan keahlian akademisi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan program produktif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.