Deli Serdang — Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat di wilayah ini bermata pencaharian sebagai petani dengan komoditas utama tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, sebagian masyarakat juga mengembangkan usaha peternakan sapi sebagai usaha sampingan untuk mendukung perekonomian keluarga.

Salah satu desa yang memiliki potensi dalam pengembangan pertanian tanaman pangan adalah Desa Kota Datar. Namun, dalam praktiknya, budidaya tanaman pangan, khususnya padi, masih banyak dilakukan secara konvensional dengan penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus-menerus.


Penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jangka panjang berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan dan kualitas tanah. Di sisi lain, persoalan pupuk juga masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani dalam menjalankan usaha tani. Harga yang relatif tinggi, ketersediaan yang terbatas, serta jenis dan mutu pupuk yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan menjadi tantangan tersendiri bagi petani.


Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif pemupukan yang lebih mudah diperoleh, ekonomis, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan pupuk organik dalam budidaya tanaman padi.


Penggunaan bahan organik sebagai pupuk dapat membantu memperbaiki sifat kimia tanah serta mendukung pemeliharaan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Pemanfaatan pupuk organik juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.


Melihat kondisi dan potensi tersebut, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks) melalui pengembangan budidaya padi berbasis organik dinilai relevan untuk diterapkan di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak. Sosialisasi dan penerapan teknologi pemanfaatan pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.


Selain mendukung pengelolaan tanah yang berkelanjutan, penerapan budidaya padi berbasis organik juga dapat menjadi langkah strategis dalam menghadapi permasalahan ketersediaan dan biaya pupuk. Dengan pemanfaatan sumber bahan organik yang tersedia, petani berpeluang mengembangkan sistem pertanian yang lebih efisien sekaligus menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.


Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan penggunaan input pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kualitas tanah dan lingkungan pertanian secara berkelanjutan.