> Berita > Pengabdian Masyarakat: Introduksi Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Jamur Tiram di Desa Sei Beluru Kabupaten Asahan
Pengabdian Masyarakat: Introduksi Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Jamur Tiram di Desa Sei Beluru Kabupaten Asahan
Dipublikasi Pada
26 Desember 2022
Dipublikasi Oleh
Sopa Putri Tanjung S.P
Thumbnail Pengabdian Masyarakat: Introduksi Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Jamur Tiram di Desa Sei Beluru Kabupaten Asahan
Fakultas Pertanian USU melaksanakan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pendapatan petani jamur tiram di Desa Sei Beluru dengan mengajarkan teknologi pengolahan limbah baglog jamur berbasis 3R. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan lingkungan di daerah tersebut.
Kali ini, Fakultas Pertanian bersama Dr. Nini Rahmawati, SP., M.Si., Ibu Tati Vidiana Sari, S.Pt., M.P., dan Prof. Dr. Ir. Rosmayati, M.S. selaku dosen Fakultas Pertanian melakukan pengabdian masyarakat di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan.
Kelompok Tani Jamur (KTJ) Mentari Mandiri, yang merupakan mitra pengabdian masyarakat kali ini, adalah kelompok tani yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur tiram yang berlokasi di Desa Sei Beluru, Dusun 3, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Kelompok tani ini didirikan pada tahun 2021 dengan beranggotakan 10 petani jamur yang aktif membudidayakan jamur tiram. Produksi jamur tiram dipasarkan di pasar lokal dalam bentuk segar dan berbagai produk olahan jamur.
Permasalahan yang dihadapi oleh petani jamur tiram adalah hasil samping produksi jamur tiram yang berupa limbah baglog jamur dalam jumlah yang cukup besar, yaitu satu kali masa panen menghasilkan 1–2 ton limbah baglog. Limbah baglog jamur tiram dapat menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitar tempat pembuangan limbah dan menjadi sarang hama penyakit yang dapat menyerang jamur yang dibudidayakan, tanaman pertanian, ternak, dan manusia.
Namun, anggota kelompok tani jamur tiram belum memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai mengenai metode pengolahan baglog jamur tiram menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi, serta tidak tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung upaya pengolahan limbah baglog jamur tiram.
Oleh karena itu, diperlukan usaha tani berbasis reuse, reduce, dan recycle (3R), yang merupakan upaya untuk membuat tanaman tumbuh sehat sehingga dapat meningkatkan ketahanannya terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sejak mulai tanam hingga kegiatan pascapanen.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan kompos berbahan baku limbah baglog jamur dan limbah pertanian dengan menggunakan mesin pencacah kompos dan bioaktivator. Kemudian, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pakan ruminansia dengan teknologi fermentasi menggunakan mesin pencacah dan bioaktivator.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kelompok Tani Jamur (KTJ) Mentari Mandiri di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan. Melalui pengabdian ini, kelompok mitra telah memahami dan mampu membuat kompos berbahan baku limbah baglog jamur tiram dengan menggunakan mesin pencacah dan bioaktivator, serta memahami dan mampu membuat pakan ternak ruminansia dengan menggunakan mesin pencacah dan proses fermentasi menggunakan bioaktivator.
Harapannya, semoga kegiatan ini dapat diterima dengan baik, memberikan banyak manfaat, serta dapat diaplikasikan dalam usaha mitra, sehingga pendapatan petani jamur tiram di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan, dapat meningkat dan bahkan dapat berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan desa.