Kali ini, Fakultas Pertanian bersama Dr. Nini Rahmawati, SP., M.Si., Ibu Tati Vidiana Sari, S.Pt., M.P., dan Prof. Dr. Ir. Rosmayati, M.S. selaku dosen Fakultas Pertanian melakukan pengabdian masyarakat di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan.
Kelompok Tani Jamur (KTJ) Mentari Mandiri, yang merupakan mitra pengabdian masyarakat kali ini, adalah kelompok tani yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur tiram yang berlokasi di Desa Sei Beluru, Dusun 3, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Kelompok tani ini didirikan pada tahun 2021 dengan beranggotakan 10 petani jamur yang aktif membudidayakan jamur tiram. Produksi jamur tiram dipasarkan di pasar lokal dalam bentuk segar dan berbagai produk olahan jamur.
Permasalahan yang dihadapi oleh petani jamur tiram adalah hasil samping produksi jamur tiram yang berupa limbah baglog jamur dalam jumlah yang cukup besar, yaitu satu kali masa panen menghasilkan 1–2 ton limbah baglog. Limbah baglog jamur tiram dapat menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitar tempat pembuangan limbah dan menjadi sarang hama penyakit yang dapat menyerang jamur yang dibudidayakan, tanaman pertanian, ternak, dan manusia.

Namun, anggota kelompok tani jamur tiram belum memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai mengenai metode pengolahan baglog jamur tiram menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi, serta tidak tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung upaya pengolahan limbah baglog jamur tiram.
Oleh karena itu, diperlukan usaha tani berbasis reuse, reduce, dan recycle (3R), yang merupakan upaya untuk membuat tanaman tumbuh sehat sehingga dapat meningkatkan ketahanannya terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sejak mulai tanam hingga kegiatan pascapanen.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan kompos berbahan baku limbah baglog jamur dan limbah pertanian dengan menggunakan mesin pencacah kompos dan bioaktivator. Kemudian, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pakan ruminansia dengan teknologi fermentasi menggunakan mesin pencacah dan bioaktivator.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kelompok Tani Jamur (KTJ) Mentari Mandiri di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan. Melalui pengabdian ini, kelompok mitra telah memahami dan mampu membuat kompos berbahan baku limbah baglog jamur tiram dengan menggunakan mesin pencacah dan bioaktivator, serta memahami dan mampu membuat pakan ternak ruminansia dengan menggunakan mesin pencacah dan proses fermentasi menggunakan bioaktivator.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi Kelompok Tani Jamur (KTJ) Mentari Mandiri, tetapi juga mendorong penerapan usaha tani yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah baglog jamur tiram menjadi kompos dan pakan ternak melalui prinsip reuse, reduce, dan recycle dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, serta menjaga kelestarian lingkungan di Desa Sei Beluru, Kabupaten Asahan. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).