Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, yang diketuai oleh Dr. Ir. Yaya Hasanah, M.Si., dengan anggota Dr. Eka Lestari Mahyuni, S.K.M., M.Kes., dan Prof. Dr. Urip Harahap, Apt., melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo.

Masyarakat desa ini umumnya merupakan petani hortikultura yang membudidayakan tanaman tomat, cabai, kembang kol, brokoli, buncis, terong, sawi, dan bunga potong. Untuk melanjutkan budidaya ini, para petani menggunakan pestisida secara intensif. Namun, penggunaan pestisida ini menyebabkan paparan langsung yang berisiko bagi para petani. Oleh karena itu, penerapan kearifan lokal dengan memanfaatkan daun acem-acem sebagai bahan pembersih pestisida sangat penting. Daun ini dapat digunakan dengan cara digosokkan langsung untuk membantu melindungi petani dari paparan pestisida.

Acem-acem (Oxalis dehradunensis Raizada) merupakan tanaman sejenis semanggi gunung yang banyak ditemukan di sekitar pegunungan Tanah Karo. Tanaman ini memiliki bunga berwarna ungu, daun berbentuk menyerupai kupu-kupu, batang berbulu, dan akar serabut dengan umbi berwarna putih. Daun acem-acem tumbuh berkelompok dan merambat, menyebar di sekitar tanaman lain. Tanaman ini mengandung metabolit sekunder berkhasiat, seperti saponin, flavonoid, polifenol, tanin, steroid, dan triterpenoid. Kandungan saponin dan tanin pada daun acem-acem menunjukkan sifat seperti sabun yang mampu membersihkan kotoran.

Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman ini perlu dikembangkan oleh masyarakat setempat. Para dosen USU melalui program Pengabdian Dosen yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Sumatera Utara turut berperan dalam memberdayakan masyarakat petani dengan membudidayakan tanaman acem-acem menjadi hand sanitizer.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan dan praktik budidaya tanaman acem-acem, pembuatan ekstrak hand sanitizer, pelatihan pembuatan hand sanitizer, serta serah terima barang alih teknologi.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sumber Mufakat. Sekitar 70 persen petani mitra yang mengikuti kegiatan menunjukkan antusiasme dan keinginan untuk membudidayakan tanaman acem-acem serta mengolahnya menjadi hand sanitizer secara mandiri. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap potensi tanaman lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pengembangan budidaya acem-acem juga menjadi bagian penting dalam menjamin kontinuitas dan ketersediaan bahan baku. Dengan membudidayakan tanaman tersebut secara berkelanjutan, masyarakat dapat memiliki sumber bahan baku yang lebih mudah diperoleh sekaligus mengoptimalkan potensi tanaman lokal sebagai bagian dari inovasi berbasis sumber daya alam.


Kegiatan pengabdian masyarakat FP USU ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan perlindungan kesehatan dalam aktivitas pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan dan potensi produk berbasis tanaman lokal, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan sumber daya hayati secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan dengan mendorong pemanfaatan dan budidaya tanaman lokal, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, LPPM USU, dan kelompok tani dalam penerapan hasil pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat.