> Berita > Pengabdian Masyarakat: Pemanfaatan Pestisida Nabati dan Paranet Mendukung Tanaman Hortikultura di Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal
Pengabdian Masyarakat: Pemanfaatan Pestisida Nabati dan Paranet Mendukung Tanaman Hortikultura di Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal
Dipublikasi Pada
03 Januari 2023
Dipublikasi Oleh
Sopa Putri Tanjung S.P
Thumbnail Pengabdian Masyarakat: Pemanfaatan Pestisida Nabati dan Paranet Mendukung Tanaman Hortikultura di Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal
Pengabdian masyarakat oleh Universitas Sumatera Utara di Desa Hutanamale, Kabupaten Mandailing Natal, mengajarkan penggunaan pestisida nabati dan paranet untuk pengendalian hama tanaman hortikultura. Program ini mendukung peningkatan pengetahuan petani serta pengembangan agroekowisata di daerah tersebut.
Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), merupakan salah satu desa yang mengusahakan tanaman hortikultura dan perkebunan yang sangat berpotensi sebagai sumber daya hasil pertanian yang menjanjikan. Lokasi desa yang dekat dengan kawasan wisata Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) semakin mendukung pengembangan budidaya tanaman. Namun, sayangnya, para petani di desa ini masih terkendala keterbatasan pengetahuan dalam mengendalikan hama tanaman hortikultura secara ramah lingkungan, belum memahami cara pembuatan dan aplikasi pestisida nabati, serta penggunaan lahan yang belum optimal dalam budidaya tanaman hortikultura dan agroekowisata.
Menanggapi permasalahan tersebut, melalui program Pengabdian Dosen yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian Ibu Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama Prof. Dr. Tulus, Vor Dipl. Math M.Si., Ph.D., dan Ibu Putri Chandra Ayu, STP, M.Si., melakukan pengabdian masyarakat di Desa Hutanamale, Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Madina.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari Juni 2022 hingga November 2022 dan telah direncanakan sebagai program Pengabdian Masyarakat Multi Tahun. Peserta penyuluhan dan pelatihan berasal dari Kelompok Tani Bahagia yang bergerak dalam budidaya tanaman hortikultura dan Kelompok Tani Kopi Arabika Sejahtera (KAS). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi survei, pelatihan, pendampingan, dan monitoring. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini adalah: a) Survei lokasi penelitian; b) Presentasi dan pelatihan kepada kelompok tani (20 orang) tentang pengendalian fisik (pembuatan dan aplikasi paranet di lahan) serta pembuatan 6 jenis pestisida nabati; c) Mitra petani (20 orang) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan praktik aplikasi dan monitoring pengendalian hama menggunakan limbah air cucian beras, limbah sayuran, air daun papaya, bawang putih, daun papaya, dan air cabai rawit; dan d) Koordinasi dengan PPL, Dinas Pertanian, serta Dinas Pariwisata Madina untuk menginisiasi pembentukan agrowisata berbasis pertanian.
Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat di Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Madina. Melalui pengabdian ini, diharapkan permasalahan yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas tanaman hortikultura dapat ditanggulangi. Selain itu, pengetahuan mitra tani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman secara fisik (menggunakan paranet) dan secara kimiawi (dengan pestisida nabati) diharapkan meningkat. Diharapkan juga bahwa langkah-langkah yang telah diinisiasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan efektif dalam program Poktan Bahagia di Desa Hutanamale, Puncak Sorik Merapi, Madina.