Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), merupakan salah satu desa yang mengusahakan tanaman hortikultura dan perkebunan yang sangat berpotensi sebagai sumber daya hasil pertanian yang menjanjikan. Lokasi desa yang dekat dengan kawasan wisata Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) semakin mendukung pengembangan budidaya tanaman. Namun, sayangnya, para petani di desa ini masih terkendala keterbatasan pengetahuan dalam mengendalikan hama tanaman hortikultura secara ramah lingkungan, belum memahami cara pembuatan dan aplikasi pestisida nabati, serta penggunaan lahan yang belum optimal dalam budidaya tanaman hortikultura dan agroekowisata.
Menanggapi permasalahan tersebut, melalui program Pengabdian Dosen yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian Ibu Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D., bersama Prof. Dr. Tulus, Vor Dipl. Math M.Si., Ph.D., dan Ibu Putri Chandra Ayu, STP, M.Si., melakukan pengabdian masyarakat di Desa Hutanamale, Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Madina.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari Juni 2022 hingga November 2022 dan telah direncanakan sebagai program Pengabdian Masyarakat Multi Tahun. Peserta penyuluhan dan pelatihan berasal dari Kelompok Tani Bahagia yang bergerak dalam budidaya tanaman hortikultura dan Kelompok Tani Kopi Arabika Sejahtera (KAS). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi survei, pelatihan, pendampingan, dan monitoring. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini adalah: a) Survei lokasi penelitian; b) Presentasi dan pelatihan kepada kelompok tani (20 orang) tentang pengendalian fisik (pembuatan dan aplikasi paranet di lahan) serta pembuatan 6 jenis pestisida nabati; c) Mitra petani (20 orang) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan praktik aplikasi dan monitoring pengendalian hama menggunakan limbah air cucian beras, limbah sayuran, air daun papaya, bawang putih, daun papaya, dan air cabai rawit; dan d) Koordinasi dengan PPL, Dinas Pertanian, serta Dinas Pariwisata Madina untuk menginisiasi pembentukan agrowisata berbasis pertanian.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat di Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Madina. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, masyarakat Desa Hutanamale diharapkan semakin mampu mengembangkan budidaya hortikultura dan perkebunan secara produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas kelompok tani dalam pengendalian hama melalui penggunaan paranet dan pestisida nabati berbahan lokal, disertai pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi lahan desa. Inisiasi agroekowisata berbasis pertanian juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan Taman Nasional Batang Gadis.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat dan agroekowisata, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan pengendalian hama berbasis bahan nabati dan pemanfaatan limbah organik, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pelestarian ekosistem. Dengan sinergi antara kelompok tani, penyuluh, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, program ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi kemandirian petani dan pembangunan Desa Hutanamale secara berkelanjutan.