Medan, 8 Agustus 2026 – Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) bersama Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Department of Animal Science, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia (UPM) sukses menyelenggarakan Summer Course 2026 pada 28 Juli – 7 Agustus 2026. Program ini mengusung tema “New Horizons in Interdisciplinary Tropical Animal Production through Smart Precision Farming for Sustainability, Climate Resilience, and Global Partnership.”

Summer Course 2026 dirancang sebagai program pembelajaran internasional yang mengintegrasikan ilmu peternakan tropis, teknologi smart precision farming, keberlanjutan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta penguatan kemitraan global. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara hybrid, yang terdiri atas Hybrid Lectures pada 28 Juli–1 Agustus 2026 dan Field Excursion di Malaysia pada 3–7 Agustus 2026.

Sebanyak 20 delegasi dari FP USU, yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Peternakan, mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembelajaran bersama akademisi dan praktisi internasional sekaligus melihat secara langsung penerapan teknologi dan pengelolaan peternakan di lapangan.




Pada rangkaian kegiatan, FP USU diwakili oleh Dekan Fakultas Pertanian USU Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, SP., M.Ec., Wakil Dekan III Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun, MP, serta Ketua Program Studi Peternakan FP USU Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng. Dari Fakultas Peternakan IPB hadir Wakil Dekan II Prof. Dr. Asep Gunawan, S.Pt., M.Sc., sedangkan UPM diwakili oleh Prof. Anjas Asmara bin Samsudin, Direktur Institut Pertanian Tropika dan Sekuriti Makanan (ITAFoS).

Program ini juga mendapat dukungan dari CEO Aliyah Rizq, Dato Seri Ashraf Bakar, yang turut hadir sebagai sponsor Summer Course 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa serta inovasi di bidang peternakan.

Selama Hybrid Lectures, peserta mengikuti pembelajaran bersama pakar internasional dalam bidang tropical livestock, teknologi presisi, dan keberlanjutan. Rangkaian perkuliahan tersebut setara dengan 142,5 jam pembelajaran atau 3 SKS.

Selanjutnya, melalui Field Excursion di Malaysia, peserta mengunjungi sejumlah institusi dan lokasi pengembangan peternakan, yaitu Universiti Putra Malaysia (UPM), Institut Teknologi Unggas, Malaka, serta Aliyah Rizq Farm, Johor Bahru. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk memahami penerapan teknologi, manajemen peternakan, serta keterkaitan antara sektor peternakan dan industri agribisnis. Rangkaian field excursion setara dengan 35 jam pembelajaran.




Selain pembelajaran dan kunjungan lapangan, Summer Course 2026 juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan inovasi melalui International Student Conference and Innovation Competition (ISCIC). Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan gagasan inovatif di hadapan panel internasional serta membangun kemampuan berpikir kritis melalui kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara. ISCIC dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Agustus 2026 di Bogor dan setara dengan 14 jam pembelajaran.

Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari para pakar internasional, tetapi juga mendapatkan pengalaman akademik dan budaya dalam lingkungan global. Interaksi dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai institusi diharapkan dapat memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta mendorong lahirnya gagasan inovatif untuk menjawab tantangan peternakan tropis di tengah perubahan iklim.

Summer Course 2026 ini sekaligus memperkuat komitmen FP USU dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi internasional dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan IPB dan UPM Malaysia menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik, meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta mendorong penerapan teknologi dan inovasi dalam mendukung pembangunan peternakan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.




Pelaksanaan Summer Course 2026 juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran internasional yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dengan akademisi serta praktisi dari berbagai negara, sekaligus memberikan pengalaman akademik dan lapangan; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengenalan penerapan smart precision farming dan teknologi presisi dalam mendukung efisiensi serta inovasi di sektor peternakan; SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pembelajaran mengenai climate resilience dan pengembangan sistem peternakan yang adaptif serta berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara FP USU, Fakultas Peternakan IPB, UPM Malaysia, dan dukungan mitra dunia usaha, Aliyah Rizq, yang memperkuat jejaring akademik, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan, teknologi, dan peternakan berkelanjutan.