MEDAN — Perkembangan sektor pertanian yang semakin dinamis membuka beragam peluang bisnis dan karier, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga wawasan praktis mengenai perkembangan dunia kerja, peluang kewirausahaan, pasar global, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier di sektor pertanian.

Dalam upaya memperluas wawasan dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, Program Studi S-1 Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (FP USU), menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Peluang Bisnis Ekspor dan Karier Internasional dalam Bidang Agricultural Engineering sebagai Entrepreneur” pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB di Gedung D.H. Penny FP USU dengan menghadirkan Titis Budi Prihatin, S.TP., M.M., Export Marketing Manager CV Mandiri Kopi, sebagai narasumber. Sementara itu, kegiatan dimoderatori oleh Putri Chandra Ayu, S.TP., M.Si., dosen Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Program Studi S-1 TPB Lukman Adlin Harahap, S.TP., M.Si., Sekretaris Program Studi Nazif Ichwan, S.TP., M.Si., Ph.D., para dosen, serta mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem.

Dalam sambutannya, Lukman Adlin Harahap menyampaikan bahwa salah satu kompetensi lulusan Teknik Pertanian dan Biosistem adalah kemampuan menjadi wirausahawan. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang untuk memperoleh wawasan praktis agar kompetensi tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Salah satu kompetensi dari lulusan Teknik Pertanian dan Biosistem adalah menjadi wirausahawan. Melalui acara seperti ini, kita dapat membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan tersebut,” ujarnya.




Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh informasi dan pengalaman yang dapat menjadi bekal apabila ingin mengembangkan bisnis ekspor-impor maupun membangun karier di tingkat internasional.

“Hari ini kalian akan mendapat informasi yang luar biasa dan sangat bermanfaat, seandainya kalian berminat untuk membuka usaha ekspor-impor nantinya ataupun berkarier secara internasional,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Titis Budi Prihatin membagikan pengalaman dan pengetahuan praktis mengenai bisnis ekspor, khususnya dalam pengembangan pasar produk kopi. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai bagaimana mencari pasar untuk produk, proses ekspor, persyaratan produk ekspor, hingga berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki pasar internasional.

Ia juga menjelaskan pentingnya mempersiapkan identitas produk dan perusahaan, menjaga higienitas serta kemurnian produk, dan memastikan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, kesiapan produk menjadi salah satu faktor penting agar dapat diterima oleh perusahaan maupun konsumen di luar negeri.

Selain itu, mahasiswa didorong untuk aktif mencari peluang dan membangun jejaring dengan calon mitra internasional. Salah satu strategi yang disampaikan adalah dengan sering mengunjungi dan mengikuti pameran produk. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya, membangun relasi bisnis, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan dan karakteristik pasar global.




Tidak hanya membahas aspek teknis ekspor, Titis juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani memulai dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam membangun usaha. Konsistensi, kemauan untuk terus belajar, dan semangat untuk berusaha menjadi hal penting yang perlu dimiliki, terutama pada tahap awal merintis bisnis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FP USU dalam memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dari sisi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, kuliah umum ini memperkuat pembelajaran mahasiswa melalui wawasan praktis yang diberikan langsung oleh praktisi dunia usaha. Pengetahuan mengenai kewirausahaan, ekspor, dan peluang karier juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja serta mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan.

Keterlibatan praktisi dari dunia usaha dalam kegiatan akademik turut mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan nyata dunia usaha serta memperluas jejaring yang dapat mendukung pengembangan kompetensi dan karier mereka di masa depan.




Kuliah umum berlangsung secara interaktif melalui sesi talk show dan diskusi. Mahasiswa berkesempatan mengajukan pertanyaan serta menggali pengalaman narasumber mengenai pengembangan pasar, kesiapan produk, strategi ekspor, dan peluang karier di sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem FP USU terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan pasar global. Wawasan mengenai kewirausahaan dan bisnis internasional diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang luas untuk dikembangkan menjadi bisnis maupun karier di tingkat nasional dan internasional.