Pada Rabu, 15 Mei 2024, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Standardisasi Produk Inovasi dan Tinjau Lapang Produk Inovasi Ekstrak Andaliman sebagai Bahan Tambahan Pangan Pengawet di Gedung DH Penny, Fakultas Pertanian USU. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka hilirisasi produk inovasi serta sebagai salah satu upaya eradikasi bahan berbahaya dalam pengolahan pangan. Oleh karena itu, BPOM sedang melakukan pengkajian keamanan dan efektifitas produk inovasi ekstrak andaliman (peneliti Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si). Pengkajian dilakukan dalam rangka penyusunan standar produk dan pemberian persetujuan produk tersebut sebagai jenis bahan tambahan pangan baru.
Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian USU, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S. Beberapa pihak yang turut hadir pada acara ini, antara lain, 5 orang inventor pangan dari USU, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Medan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Medan, Ketua Tim Fasilitasi Standardisasi Keamanan, Mutu, dan Manfaat Pangan Olahan beserta staf, dan Kepala Balai Besar POM di Medan.
Kegiatan sosialisasi dan tinjau lapang ini menjadi bagian penting dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian serta memastikan produk inovasi pangan dapat memenuhi aspek keamanan, mutu, dan efektivitas sebelum diterapkan secara lebih luas. Pengembangan ekstrak andaliman sebagai bahan tambahan pangan juga menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian USU dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menghasilkan inovasi yang mendukung pengolahan pangan yang aman dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga pengawas, proses standardisasi produk inovasi diharapkan dapat terus diperkuat sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan dan hilirisasi inovasi berbasis penelitian, serta SDGs ke-12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya mendorong pengolahan pangan yang aman dan bertanggung jawab.

