Menindaklanjuti kunjungan dan diskusi dekan Fakultas Pertanian USU dengan Lapakbuah.com terkait pengembangan Kawasan Kampung Buah dan Hortikultura pada Rabu lalu (15/9/2021), rombongan USU yang terdiri dari Wakil Rektor 3 USU Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan S.Si., M.Si., Apt, Sekretaris Lembaga Pengabdian Pada Masyrakat USU Meutia Nauly, S.Psi, M.Si, Psikolog, Wakil Dekan 3 Fakultas Pertanian (FP) USU Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti M.Si., dan Destanul Aulia SKM., MBA., MEc., Ph.D dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU menyambangi markas Lapakbuah.com di Kebun Buah Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (18/9/2021) lalu. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Camat STM Hulu, beberapa kepala desa, dan perwakilan dari Bank Sumut.
Dalam sambutannya, Ir. M. Zein Ginting (Founder Lapakbuah.com) menjelaskan bahwa ada 7 desa yang akan digagas sebagai Kawasan Agribisnis Terpadu yakni Desa Liang Pematang, Desa Liang Muda, Desa Tanjung Raja, Desa Tanjung Muda, Desa Bah Buntu, Desa Durian Tinggung, dan Desa Rumah Lih yang secara administratif berada di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dibangunnya Kawasan Agribisnis Terpadu adalah untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang mayoritasnya adalah petani. Komoditas yang diangkat nantinya adalah salak, lengkeng, alpukat, dan durian yang produktivitasnya tinggi. Lebih lanjut Ir. M. Zein Ginting memaparkan bahwa pihaknya memerlukan arahan dan bimbingan dari akademisi dan peneliti untuk mengembangkan konsep untuk Kawasan Agribisnis Terpadu. “Kami membutuhkan bantuan dalam merancang masterplan untuk membangun Kawasan Agribisnis Terpadu baik itu jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang serta pendampingan dari hulu hingga hilir yang berkelanjutan hingga goals (tujuan-tujuan) terkait Kawasan Agribisnis Terpadu ini bisa tercapai,” paparnya.

Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan S.Si., M.Si., Apt, pun menyetujui permintaan tersebut. “Memang perlu adanya kerjasama triple helix antara pengusaha-pemerintahan dan akademisi dan bahkan sekarang sudah melebar menjadi penta helix dimana ada akademisi, pemerintahan, bisnis, komunitas, dan media massa harus bekerja sama.” Berdasarkan pemaparan beliau, selama ini sudah terjalin pula kerjasama dengan Desa Liang Pematang karena saat itu ada arahan untuk melakukan pengabdian masyarakat di wilayah terpencil dan Desa Liang Pematang adalah salah satunya. “Untuk ke depannya perlu berkoordinasi dengan pihak kecamatan, mengenai informasi dan data seperti kebutuhan teknologi, pendampingan, cara-cara teknis, dan lain sebagainya. Karena masing-masing desa pasti punya ciri khas/spesifikasi.” Tidak sampai disitu, menurut beliau dibutuhkan pula dukungan bidang-bidang ilmu lain seperti sosial-humaniora, psikologi, dan bahkan ekonomi untuk menyukseskan program Kawasan Agribisnis Terpadu. “Ini impian bersama, saya juga merasa bahwa ini mimpi kita bersama karena kita melihat potensi buah kita besar dan kaya. Harusnya yang kita tanam bisa kita makan sendiri dan bahkan bisa kita ekspor. Mudah-mudahan rencana ini terwujud dengan baik dan sukses,” tutup Wakil Rektor III USU tersebut.
Meutia Nauly, S.Psi, M.Si, Psikolog., selaku sekretaris LPPM USU juga menyutujui bahwa ada banyak bidang ilmu yang dapat dilibatkan untuk membangun Kawasan Agribisnis Terpadu ini. Menurut beliau, ada banyak hal yang bisa kita lakukan dari kolaborasi dan kordinasi berbagai bidang ilmu pengetahuan. Hal tersebut juga selaras dengan cita-cita dari LPPM USU dalam membangun desa binaan yakni untuk mendorong penguatan dan percepatan kemandirian desa. Selain itu, menurut Beliau pendampingan juga harus dilakukan secara berjenjang mulai dari pertain hinga kelompok ibu-ibu dan karang taruna. “Adanya pendampingan yang berjenjang akan dapat menciptakan kader desa yang kuat untuk menggerakkan desanya sehingga bisa memberikan manfaat yang banyak. Bapak ibu yang paling tahu kondisi desanya sehinggajika dikombinasikan maka hasilnya akan sangat baik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti M.Si. menyatakan kesiapan FP USU dalam membantu terwujudnya Kawasan Agribisnis Terpadu. Beliau juga setuju bahwa dukungan bidang ilmu seperti sosial, ekononomi, komunikasi, dan kesejahteraan sosial sangat dibutuhkan karena kompleksitas masalah yang dihadapi. “Kami siap membantu menyusun masterplan dan membantu dalam berbagai bentuk terkait masalah pertanian. Bukan hanya dari segi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat tetapi juga dari segi pendidikan juga dapat dibantui melalui program-program mbkm yang salah satu bentuk kegiatannya fokus pada desa.” Melalui program tersebut, nantinya mahasiswa juga dapat berperan aktif membantu terwujudnya Kawasan Agribisnis Terpadu. Terkait masterplan, Beliau menyampaikan bahwa sebaiknya pihak desa membuat daftar potensi terkait desanya sehingga pihak kampus dapat memberikan bantuan berdasarkan potensi dan skala prioritas.
Selain itu, Destanul Aulia SKM., MBA., MEc., Ph.D dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU juga memberikan saran bahwa semua pihak harus fokus terkait potensi dan ide-ide yang akan dituangkan ke dalam masterplan supaya kelak program tersebut dapat terorganisir dengan baik dan selaras. “Sangat bisa mengamalkan tridharma baik penelitian, pengabdian masyarakat, dan Pendidikan disini. Tugas kita bagaimana membentuk dan menjalankan ketiga hal tersebut menjadi sinkron.” Sebelumnya, pihaknya sudah pernah membuat pengabdian di Desa Pematang Liang dan sudah menghasilkan 5 program yakni Desa Wisata, Desa Agrbisnis, Desa Sehat, Desa Tanaman Obat, dan Desa Cerdas. Berdasarkan pengalaman tersebut, beliau menarik kesimpulan jika desa-desa tersebut memiliki kohesi sosial yang cukup kuat sehingga yakin program ini akan dapat berjalan dengan baik ketika dijalankan nanti.

Pada kesempatan tersebut, pihak Bank Sumut juga turut memberikan masukan terkait pembiayaan/keuangan demi terselenggaranya Kawasan Agribisnis Terpadui Kecamatan STM Hulu. Acara pada hari Sabtu itu ditutup oleh kegiatan farmtrip di Kebun Buah Tiga Juhar.