Tapanuli Tengah – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) melaksanakan kegiatan pengabdian skema Mitigasi Bencana di Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 30–31 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Inovasi Pengolahan Produk Perikanan dan Biokonversi Limbah Ikan untuk Mendorong Ekonomi Kreatif Kelurahan Lopian, Kabupaten Tapanuli Tengah" ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan lokal melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Vindy Rilani Manurung, S.Pi., M.P. bersama anggota tim Atmadinata Aviantara, S.Pi., M.Tr.Pi., Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si., Amanatul Fadhilah, S.Pi., M.Si., dan Muhammad Amran, S.Pt., M.Pt. Pelaksanaan pengabdian juga melibatkan enam mahasiswa sebagai bentuk implementasi kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat memperoleh pendampingan dan pelatihan mengenai pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti bakso ikan dan nugget ikan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan teknologi biokonversi limbah ikan menjadi Pupuk Cair Organik (PCO) yang ramah lingkungan, sehingga limbah hasil pengolahan tidak lagi menjadi permasalahan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian tidak hanya memperkenalkan teknologi tepat guna, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan, penerapan ekonomi sirkular, serta pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis produk perikanan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan produk unggulan yang memiliki daya saing.
Ketua tim pengabdian, Vindy Rilani Manurung, S.Pi., M.P., menyampaikan bahwa optimalisasi potensi perikanan daerah tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan seluruh sumber daya secara efisien. Menurutnya, inovasi pengolahan produk dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan nilai tambah produk perikanan dan penguatan ekonomi masyarakat, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya kelautan secara lebih efisien dan berkelanjutan.