Universitas Sumatera Utara (USU) melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan bertajuk “Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Pangan Lansia melalui Pengembangan Rengginang Daun Kelor di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kwala Bingai”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif, memberdayakan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan diketuai oleh Putri Chandra Ayu, STP., M.Si. dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian USU, dengan anggota tim Nur Ulina Warnisyah Sebayang, M.Agr. dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian USU, serta Diza Fathamira Hamzah, S.K.M., M.Kes. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.
Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan pengabdian ini karena mengintegrasikan perspektif teknologi pertanian dan pengolahan pangan, budidaya tanaman, serta ilmu gizi dan Kesehatan masyarakat. Pendekatan multidisiplin ini memungkinkan pengembangan rengginang daun kelor tidak hanya dipandang sebagai inovasi produk pangan, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas mitra, dan pengembangan usaha pangan yang berkelanjutan.
Mengembangkan Potensi Lokal Menjadi Inovasi Pangan
Daun kelor merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, daun kelor dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan rengginang daun kelor, sehingga menghasilkan produk pangan inovatif yang memiliki karakteristik dan peluang pasar yang menarik.
Penerapan pengetahuan dan teknologi pengolahan pangan diharapkan dapat membantu mitra menghasilkan produk yang lebih konsisten, higienis, memiliki daya simpan yang baik, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pengembangan produk tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa rengginang, tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas mitra agar inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan setelah kegiatan pengabdian selesai.
Pemberdayaan Lansia melalui Aktivitas Produktif
Kegiatan di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari juga menempatkan lansia sebagai bagian penting dalam proses pemberdayaan. Aktivitas pengolahan pangan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi lansia sehingga dapat menjadi kegiatan produktif yang menyenangkan, edukatif, sekaligus memberikan ruang bagi interaksi sosial dan pengembangan keterampilan.
Melalui kegiatan ini, lansia tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari proses penciptaan produk dan pengembangan potensi usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian, rasa percaya diri, produktivitas, dan kebermaknaan aktivitas lansia dalam lingkungan komunitas.
Ibu Yumina, selaku Ketua Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bersama tim USU ini sangat bermanfaat bagi mitra. Kegiatan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru dalam pengolahan pangan, sekaligus membuka wawasan mengenai potensi pengembangan produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
Apresiasi dari mitra tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Tim pengabdian berharap inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus dikembangkan oleh mitra secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Dampak yang Berkelanjutan
Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas keilmuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem berkontribusi melalui pendekatan teknologi pengolahan dan penerapan teknologi tepat guna, Program Studi Agroteknologi mendukung aspek pemanfaatan dan pengembangan potensi bahan tanaman, sedangkan Program Studi Kesehatan Masyarakat memperkuat aspek pangan dan gizi, edukasi kesehatan, perilaku hidup sehat, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia.
Sinergi ketiga bidang keilmuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang lebih komprehensif, mulai dari pemanfaatan bahan baku, pengolahan, kualitas produk, aspek gizi, hingga peluang pengembangan usaha.
Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi pangan lokal.
Disamping itu, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
SDG 2 – Zero Hunger (Tanpa Kelaparan)
Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan mendukung diversifikasi pangan dan pemanfaatan sumber pangan lokal. Pengembangan produk olahan juga menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai guna bahan pangan yang tersedia di masyarakat.
SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Kegiatan ini turut mendukung peningkatan kesejahteraan lansia melalui aktivitas produktif, interaksi sosial, peningkatan keterampilan, serta pengenalan produk pangan yang memperhatikan aspek gizi.
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Pengembangan rengginang daun kelor diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang pengembangan usaha pangan. Produk yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan aktivitas produktif mitra.
SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah merupakan bentuk optimalisasi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Inovasi pengolahan juga mendorong pola produksi pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara, masyarakat, dan mitra Daycare Lansia Aisyiyah Mentari. Sinergi lintas disiplin dan lintas institusi menjadi fondasi penting untuk menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Dari Potensi Lokal Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan
Melalui dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui DPPM Tahun 2026, kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengembangan rengginang daun kelor bukan sekadar menciptakan produk pangan baru. Lebih jauh, kegiatan ini merupakan upaya untuk mempertemukan inovasi teknologi, potensi pangan lokal, aspek gizi, pemberdayaan lansia, dan peluang pengembangan usaha dalam satu kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas dan konsistensi produk, pengembangan desain kemasan dan branding, peningkatan kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta penguatan kelembagaan usaha mitra.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti ketika program pengabdian selesai, tetapi dapat terus dirasakan dan dikembangkan oleh masyarakat.
Dari potensi lokal menjadi inovasi. Dari inovasi menjadi peluang usaha. Dari pemberdayaan menuju kemandirian. Bersama masyarakat, USU terus menghadirkan inovasi untuk pembangunan yang berkelanjutan.