Medan — Tim TANBIO-BAG dari Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2026. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan mahasiswa USU dalam menghadirkan inovasi berbasis pemanfaatan limbah pertanian yang memiliki nilai guna dan berorientasi pada kelestarian lingkungan.

TANBIO-BAG merupakan produk polybag biodegradable yang dikembangkan dengan memanfaatkan biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan abu sekam padi. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif polybag yang lebih ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-K 2026 menjadikan Tim TANBIO-BAG sebagai salah satu tim yang mewakili Universitas Sumatera Utara dalam program tersebut. Pencapaian ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa dalam menghasilkan produk yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tim Tanbio-Bag diketuai oleh Helsa Natasya Br Sembiring dan Hegita Veronika Br Sembiring dari Program Studi Agroteknologi angkatan 2023, Annisa Anggun Ray dari Program Studi Agribisnis angkatan 2023, Andri Wifali dari Program Studi Agroteknologi angkatan 2023 serta Putra Jernius Batee dari Program Studi Teknik Kimia angkatan 2023. Tim ini didampingi oleh Beatrix Sofranes Napitupulu, S.Agr., M.Agr., dosen Program Studi Agroteknologi.


Dilaksanakan di Fakultas Pertanian USU

Berbagai aktivitas PKM-K TANBIO-BAG dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, yang menjadi lokasi utama pengembangan dan pelaksanaan kegiatan tim.

Kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan dan pengadaan bahan baku, proses produksi, pengeringan, pengecekan kualitas, hingga pengemasan produk. Setelah produk siap, tim melanjutkan kegiatan dengan pemasaran dan promosi melalui media sosial maupun secara langsung kepada calon konsumen. Setiap tahapan dikerjakan secara terkoordinasi oleh seluruh anggota tim untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dan target kegiatan dapat tercapai.

Kegiatan PKM-Kewirausahaan ini mendukung program pemerintah yang menyasar pada SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDGs 15 Ekosistem Daratan.



Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai

Ketua Tim TANBIO-BAG, Helsa Natasya Br Sembiring, menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-K menjadi pengalaman sekaligus pencapaian yang berarti bagi tim.

“Lolos pendanaan PKM-K menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Melalui TANBIO-BAG, kami ingin membuktikan bahwa limbah pertanian seperti TKKS dan abu sekam padi dapat diolah menjadi produk inovatif yang bernilai guna dan ramah lingkungan.”

Ia berharap TANBIO-BAG tidak berhenti pada tahap pendanaan PKM-K, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat lebih luas.

“Kami berharap TANBIO-BAG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berkarya dan berprestasi.”




Keberhasilan Tim TANBIO-BAG juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide kreatif dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Melalui inovasi dan semangat kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Tim TANBIO-BAG – Universitas Sumatera Utara (USU) berharap pencapaian ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam mengembangkan inovasi berbasis pertanian dan lingkungan.