home icon
search icon
menu icon

> Berita > World Food Series Webinar (Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety)

World Food Series Webinar (Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety)

Dipublikasi Pada

07 Mei 2025

Dipublikasi Oleh

Sopa Putri Tanjung S.P

World Food Series Webinar (Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety)
Thumbnail World Food Series Webinar (Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety)
School of Food Industry, King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, bekerja sama dengan Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU, mengadakan World Food Series Webinar bertemakan 'Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety' dengan menghadirkan dua narasumber terbaik, yaitu Prof. Ir. Hotnida Sinaga, M.Phil., Ph.D. (Kepala Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian USU, Indonesia) dan Dr. Phakorn Papan (School of Food Industry, KMITL, Thailand).

School of Food Industry, King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand bekerja sama dengan Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU dalam menyelenggarakan World Food Series Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan Facebook Live pada Jumat, 2 Mei 2025.
 

Webinar World Food Series mengangkat tema “Next-Gen Food Innovation: Traditional Indonesian Products & Omic Approaches for Safety.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Hotnida Sinaga, M.Phil., Ph.D. (Ketua Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara) sebagai narasumber pertama, dengan topik “The Role of Innovation in Traditional Indonesian Food Product Development”. Narasumber kedua, Dr. Phakorn Papan dari School of Food Industry, King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, dengan topik “Omic Approaches for Food Innovation and Safety”. Webinar ini dipandu oleh moderator Ibu Orachorn M.(School of Food Industry, KMITL, Thailand).
 

Webinar World Food Series kali ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si. (Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USU), dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian USU, serta peserta dari School of Food Industry, King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand. Tercatat, jumlah peserta yang hadir dalam webinar ini mencapai lebih dari 200 orang.


 

Prof. Hotnida dalam kuliahnya menjelaskan bahwa dunia kuliner tradisional terus berkembang melalui berbagai inovasi dan tren yang dinamis, meskipun masih ada bagian yang menjaga konsistensi dan keaslian cita rasanya.

"Indonesia memiliki lebih dari 5.300 jenis makanan, dan sebagian besar di antaranya memiliki potensi untuk dikembangkan, tergantung pada segmen konsumen yang dituju. Misalnya, tumpeng dan bumbu instan merupakan contoh yang cocok untuk kalangan muda," jawab Prof. Hotnida dengan penuh semangat.
 

Saat ini, teknologi pangan telah mengalami kemajuan signifikan, baik dalam proses pengolahan maupun peningkatan mutu. Dalam pemaparannya, Dr. Phakorn menjelaskan tentang alat yang efektif untuk menganalisis kandungan makanan dan nutrisi hingga ke tingkat molekuler.

“Omics merupakan pendekatan untuk mengkarakterisasi dan mengukur secara menyeluruh berbagai molekul biologis, serta mempelajari bagaimana molekul-molekul tersebut membentuk struktur, fungsi, dan dinamika suatu organisme atau komunitas organisme. Ketika konsep ini diterapkan pada pangan, muncullah istilah 'Foodomics'. Foodomics menjadi alat yang sangat efektif dalam mengidentifikasi komponen makanan dan kandungan nutrisinya hingga tingkat molekuler. Saat ini, penelitian di bidang pangan semakin berkembang dengan dukungan berbagai cabang ilmu omics, seperti proteomik, metabolomik, lipidomik, nutrigenomik, metagenomik, dan transkriptomik”. Jelas Dr. Phakorn.
 

Melalui World Food Series Webinar ini, diharapkan kita dapat lebih mengenal makanan tradisional Indonesia dan semakin termotivasi untuk melakukan inovasi ke depan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Foodomics yang telah berkembang di Thailand.

Berita