Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi menjadi salah satu peluang dalam pengembangan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari isu yang dibahas dalam The World Biogas Expo 2026, yang diikuti oleh Dr. Benny Hidayat, S.P., M.P., dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU). Kegiatan tersebut berlangsung di National Exhibition Centre (NEC), Birmingham, United Kingdom, pada 8–9 Juli 2026.
The World Biogas Expo 2026 mempertemukan akademisi, pelaku industri, inovator, pembuat kebijakan, dan investor dari berbagai negara untuk membahas perkembangan anaerobic digestion (AD) dan biogas. Berbagai inovasi yang dipresentasikan menunjukkan bagaimana bahan organik dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus dimanfaatkan secara lebih optimal. Bagi sektor pertanian, pendekatan ini membuka peluang untuk mengelola limbah dan biomassa secara lebih efisien.
Keikutsertaan dalam forum internasional ini juga sejalan dengan upaya mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action). Pengetahuan mengenai teknologi biogas dapat memperkaya perspektif dalam menghubungkan pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini juga relevan dengan pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Dr. Benny Hidayat memperoleh kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi biogas sekaligus berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan FP USU. Ke depan, wawasan yang diperoleh dapat menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi yang menghubungkan sektor pertanian dengan pemanfaatan energi dan sumber daya secara berkelanjutan.