Langkat, 17 Juli 2026 – Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan melalui kontribusi keilmuan kepada masyarakat. Salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen MSP USU, Nur Rohim, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber dalam pelatihan bertajuk "Peningkatan Kapasitas Pengelolaan dan Budidaya Perikanan melalui Silvofishery" yang diselenggarakan pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok KTH Penghijauan Maju Bersama, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, merupakan bagian dari Program Edu Ekowisata Mangrove Pasar Rawa yang didukung melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam mengelola kawasan silvofishery sebagai model budidaya perikanan yang terintegrasi dengan pelestarian ekosistem mangrove.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan pesisir, kegiatan diawali dengan penanaman 2.500 bibit mangrove oleh Community Development Officer (CDO) PT Pertamina EP Pangkalan Susu bersama anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Penghijauan Maju Bersama. Kegiatan tersebut dipadukan dengan penebaran benih ikan sebagai implementasi konsep silvofishery yang mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan budidaya perikanan secara berkelanjutan pada lahan percontohan seluas 1,5 hektar.
Pelatihan dibuka dengan sambutan Ketua KTH Penghijauan Maju Bersama, Kasto Wahyudi, perwakilan Kepala KPH Wilayah I Stabat, serta Field Manager PT Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto. Sebanyak 30 anggota KTH mengikuti sesi pelatihan yang membahas prinsip-prinsip pengelolaan silvofishery, fungsi ekologis mangrove, teknik budidaya perikanan yang efektif, hingga strategi penyediaan nutrisi alami dan buatan guna meningkatkan produktivitas perikanan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Dalam pemaparannya, Nur Rohim menekankan bahwa penerapan silvofishery tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil budidaya, tetapi juga menjadi pendekatan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan kawasan mangrove memerlukan sinergi antara aspek konservasi, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaat lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara beriringan.
Untuk mengukur efektivitas pelatihan, panitia melaksanakan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Evaluasi tersebut dilakukan guna mengetahui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap teknik budidaya perikanan berbasis silvofishery serta pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). Melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam budidaya perikanan, program ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Penanaman 2.500 bibit mangrove menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui rehabilitasi kawasan pesisir. Sementara itu, penerapan konsep silvofishery berkontribusi terhadap SDG 14 (Ekosistem Lautan) dengan mendorong pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Kolaborasi antara Fakultas Pertanian USU, PT Pertamina EP Pangkalan Susu, KPH Wilayah I Stabat, dan KTH Penghijauan Maju Bersama juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, pelestarian ekosistem pesisir, serta pengembangan perikanan berkelanjutan di Kabupaten Langkat.