Pada 18 Juli 2026 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skema Pengabdian Kemitraan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kegiatan bertajuk "Optimalisasi Rantai Produksi Hortikultura melalui Teknologi Pemupukan Cerdas dan Pemasaran Digital Terintegrasi di Desa Raya Kabupaten Karo" ini menyasar petani hortikultura yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Arih Ersada, dan dirancang selaras dengan pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi jangka panjang antara Fakultas Pertanian USU dan BUMDes Arih Ersada, yang sebelumnya telah menghasilkan sejumlah kegiatan pengabdian di kawasan Taman Seribu Bunga, Desa Raya, termasuk pengembangan dan pengelolaan agrowisata pada tahun-tahun sebelumnya.
Tim pelaksana kegiatan ini diketuai oleh Dr. Nini Rahmawati, SP, MSi Program Studi Agroteknologi), dengan anggota tim:
- Hafnes Wahyuni, SP., MP — Program Studi Agroteknologi, bidang keahlian Pemuliaan Tanaman
- Wida Akasah, S.Agr., M.Sc — bidang keahlian Ilmu Tanah
- R. B. Moh. Ibrahim Fatoni, M.P — bidang keahlian Agribisnis
- Ridwansyah, STP., M.Si. — bidang keahlian Teknologi Pangan
Kegiatan turut melibatkan lima orang mahasiswa Fakultas Pertanian USU sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar kampus.
Persoalan mitra yang melatarbelakangi kegiatan Desa Raya dikenal memiliki potensi hortikultura yang besar, khususnya budidaya sayuran dan buah-buahan, ditunjang kondisi agroklimat pada ketinggian 375 mdpl dengan curah hujan 2.000–2.500 mm per tahun. Namun demikian, produktivitas hortikultura di desa ini belum optimal karena sejumlah kendala, di antaranya pola pemupukan yang masih mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa data kebutuhan hara secara presisi, fluktuasi produktivitas dan kualitas hasil panen, ketergantungan pada rantai distribusi konvensional melalui tengkulak, serta keterbatasan literasi digital petani dalam memanfaatkan platform pemasaran secara online.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pelaksana mengimplementasikan pendekatan partisipatif yang mencakup pemetaan dan analisis kesuburan tanah pada lahan demplot percontohan sebagai dasar rekomendasi pemupukan presisi bagi komoditas unggulan desa seperti kentang, kubis, dan tomat; instalasi dan pelatihan penggunaan sensor digital (kelembapan tanah, pH, dan unsur hara sederhana) yang terintegrasi dengan aplikasi monitoring berbasis Android; pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan kompos berbasis limbah pertanian lokal; pelatihan pemasaran digital terintegrasi melalui marketplace dan media sosial; serta pendampingan sistem pencatatan digital terpadu dari tahap budidaya hingga distribusi.
Menurut Dr. Nini Rahmawati selaku Ketua Tim Pelaksana, pendekatan berbasis sensor dan data ini diharapkan dapat menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, sekaligus memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil panen petani mitra. "Pemupukan yang selama ini dilakukan secara seragam dan berdasarkan pengalaman akan digantikan dengan pendekatan yang lebih terukur, sesuai kebutuhan spesifik tanaman pada tiap fase pertumbuhannya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Arih Ersada, Karya Jaya Ginting, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama dengan Fakultas Pertanian USU dan berharap program ini memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes dalam mengelola usaha budidaya hortikultura secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Sebagai kegiatan pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan, program ini secara langsung mendukung pencapaian:
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan efisiensi pemupukan dan produktivitas hortikultura yang mendukung ketahanan pangan lokal;
- SDG 1 dan SDG 8 (Penghapusan Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perluasan akses pasar digital yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan posisi tawar petani;
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, BUMDes, dan kelompok tani sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Kegiatan ini juga turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus), IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus), dan IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat).
Program pengabdian yang berlangsung selama delapan bulan ini, sejak April hingga November 2026 yang didanai melalui skema Non PNBP LPPM USU (TALENTA) Tahun Anggaran 2026.
