Sebagai upaya memperkuat hilirisasi hasil riset dan pengabdian masyarakat, Tim Pengabdian Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Perumusan Strategi dan Keberlanjutan Program Peningkatan Kapasitas Pertanian Terpadu Untuk Ketahanan Ekonomi Masyarakat. Forum akademik ini menjadi wadah diseminasi hasil pengabdian lintas keilmuan sekaligus perumusan rekomendasi kebijakan aplikatif bagi pembangunan perdesaan di Kabupaten Simalungun.
Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan Rabuhit, Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengadopsi kerangka kerja kolaborasi yang menghubungkan Akademisi Nasional-Internasional, Pemerintah, Industri, dan Komunitas Lokal. Fokus utama Tim Pengabdian Masyarajat dalam kegiatan FGD adalah analisis dampak ekonomi dan lingkungan dari intervensi teknologi pertanian terpadu. Tim Pengabdian Masyarakat juga telah merumuskan peta jalan (roadmap) agar inovasi pakan ternak dan pengelolaan limbah di Desa Rabuhit memiliki dampak jangka panjang.
Dimensi Internasional dan Hilirisasi Industri Forum ini menghadirkan perspektif Internasional melalui partisipasi Associate Prof. Nuraini Abdul Azis dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Beliau memaparkan studi kasus efektivitas sistem pertanian terpadu regional dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan ketahanan pangan global. Partisipasi dari sisi implementasi industri, Ir. David Yasin, S.Pt., M.Pt. juga memaparkan peluang kemitraan strategis dengan Industri Peternakan Sapi Potong Nasional melengkapi analisis akademis Dr. Drs. Hariadi Susilo, M.Si. dan analisis dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM USU) Prof. Dr. Tulus, Vor.Dipl.Math., M.Si., Ph.D. terkait metodologi peningkatan kapasitas masyarakat desa.

Pemaparan Integrasi SDGs 8 dalam FGD tersebut oleh Ir. Peni Patriani, S.Pt., M.P., IPM, ASEAN Eng. dan Ir. Farida Ariani, M.T menegaskan urgensi integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai landasan pengabdian tahun 2026. Program ini difokuskan pada SDGs 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Mengingat penciptaan lapangan kerja berkualitas masih menjadi tantangan besar, Tim Pengabdian USU berkomitmen membangun ekosistem ekonomi bersama pemerintah dan dunia usaha demi menciptakan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi desa yang stabil.
Output Kebijakan dan Komitmen Multisektor Kegiatan yang dipaparkan oleh Dr. Ir. Ma'ruf Tafsin, M.Si. IPM ini menghasilkan poin strategis dalam dokumen Komitmen Bersama. Dokumen tersebut ditandatangani pemangku kepentingan utama, termasuk Camat Gunung Maligas Ibu Masrah, dan Pangulu Nagori Rabuhit Bapak Rohiman. Kesepakatan mencakup prosedur operasional pertanian terpadu, integrasi hasil pengabdian ke kebijakan desa, serta pemantauan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Tim Pengabdian USU berharap model yang dikembangkan di Desa Rabuhit dapat direplikasi di wilayah lain sebagai solusi dalam mengelola potensi agribisnis masyarakat desa.
