Medan – FP USU: Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si., menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan. Acara ini dilaksanakan secara langsung di Hotel Grand Mercure Medan pada Selasa, 22 November 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pengawasan implementasi fortifikasi pada minyak goreng, tepung terigu, dan garam beryodium di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyosialisasikan hasil pengawasan kepada pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

FGD ini turut menghadirkan pembicara dari berbagai lembaga, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar POM Medan, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Balai Besar POM Medan dan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Selain itu, dilakukan penandatanganan PKS antara Balai Besar POM Medan dengan Fakultas Farmasi USU, Fakultas Pertanian USU, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Kegiatan FGD Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022 diharapkan dapat mendorong optimalisasi implementasi fortifikasi pada minyak goreng, tepung terigu, dan garam beryodium di Sumatera Utara. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap pemenuhan pangan yang aman dan bergizi, serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kualitas dan keamanan pangan. Selain itu, penandatanganan kerja sama antara BBPOM Medan dengan perguruan tinggi turut mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena mendorong kolaborasi antarlembaga dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan.