> Berita > Focus Group Discussion Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022
Focus Group Discussion Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022
Dipublikasi Pada
24 November 2022
Dipublikasi Oleh
Sopa Putri Tanjung S.P
Thumbnail Focus Group Discussion Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022
FP USU menghadiri FGD Pengawasan Pangan Fortifikasi 2022 yang digelar BBPOM Medan. Fokus pada implementasi fortifikasi minyak goreng, tepung terigu, dan garam beryodium di Sumatera Utara.
Medan – FP USU: Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si., menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Pengawasan Pangan Fortifikasi Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan. Acara ini dilaksanakan secara langsung di Hotel Grand Mercure Medan pada Selasa, 22 November 2022.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pengawasan implementasi fortifikasi pada minyak goreng, tepung terigu, dan garam beryodium di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyosialisasikan hasil pengawasan kepada pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
FGD ini turut menghadirkan pembicara dari berbagai lembaga, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar POM Medan, Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Balai Besar POM Medan dan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Selain itu, dilakukan penandatanganan PKS antara Balai Besar POM Medan dengan Fakultas Farmasi USU, Fakultas Pertanian USU, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, diharapkan kualitas dan kuantitas pangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara, dapat terpenuhi dengan baik. Kolaborasi ini diharapkan menjadi wadah diskusi untuk menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan pangan yang dihadapi saat ini. Dengan demikian, implementasi fortifikasi pada minyak goreng, tepung terigu, dan garam beryodium di Provinsi Sumatera Utara dapat terealisasi dengan optimal.