MEDAN — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Strategi Praktis Memanfaatkan Artificial Intelligence untuk Melamar Kerja” pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Ruang Seminar D.H. Penny FP USU. Kegiatan ini menghadirkan Harapan Lumbantoruan, S.P., M.M., ELT, Direktur CV. Agro Harapan Mulia, sebagai narasumber yang membawakan materi “Cerdas Mencari Kerja di Era AI”. Kuliah umum ini dimoderatori oleh Vira Irma Sari, S.P., M.Si., dosen Program Studi S1 Agroteknologi FP USU, serta diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Agroteknologi.
Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan strategi praktis untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja profesional, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pencarian kerja dan menghadapi tahapan rekrutmen.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi FP USU, Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun MP, menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga perlu mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“AI hadir sebagai akselerator yang luar biasa. Jika dimanfaatkan secara cerdas, teknologi ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Saya berharap mahasiswa memiliki persiapan yang baik, daya saing yang kuat, dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja global,” ujarnya.
Dalam pemaparan materi, Harapan Lumbantoruan menjelaskan berbagai strategi mencari pekerjaan secara efektif melalui platform digital, seperti LinkedIn Jobs, JobStreet, Indeed, Glints, portal karier perusahaan, komunitas alumni, dan media sosial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari peluang kerja serta menyesuaikan surat lamaran dengan kualifikasi dan persyaratan setiap posisi yang dituju.

Pemanfaatan AI menjadi salah satu fokus utama pembahasan, terutama dalam menyusun curriculum vitae (CV), mengoptimalkan profil LinkedIn, membuat surat lamaran yang relevan, hingga melakukan simulasi wawancara kerja. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada strategi menyesuaikan CV dengan sistem Applicant Tracking System (ATS), mempersiapkan diri menghadapi psikotes, serta memahami tahapan seleksi dalam proses rekrutmen.
Narasumber turut menjelaskan pentingnya penguasaan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, antara lain kemampuan komunikasi, kepemimpinan, analisis, pemecahan masalah (problem-solving), keterampilan interpersonal, penguasaan Microsoft Office, dan kemampuan bahasa Inggris. Peluang program Management Trainee juga dibahas sebagai salah satu jalur pengembangan karier yang dapat dipertimbangkan oleh lulusan baru (fresh graduate).
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan mahasiswa. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan AI dalam persiapan melamar kerja, sekaligus mendiskusikan strategi menghadapi tantangan rekrutmen di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, ditekankan bahwa AI dapat membantu mempercepat dan menyempurnakan proses persiapan melamar kerja, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab pelamar dalam memastikan keakuratan dan kejujuran informasi. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu disertai kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap kompetensi diri, serta penerapan etika profesional agar dokumen lamaran dan jawaban saat wawancara tetap mencerminkan kualifikasi serta pengalaman yang sebenarnya.
Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Dian Pebriyani, S.P., M.P., selaku Manajer Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Internasionalisasi FP USU, serta para dosen Program Studi S1 Agroteknologi.
Melalui kegiatan ini, FP USU berharap mahasiswa semakin siap menghadapi proses rekrutmen, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, dan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam memasuki dunia kerja profesional. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era digital.