Medan, 4 Agustus 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan serta Regal Springs Indonesia (RSI) memperkuat sinergi dalam mendukung keberlanjutan ikan pora-pora dan kelestarian ekosistem Danau Toba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengelolaan Keberlanjutan Ikan Pora-Pora sebagai Kekayaan Hayati untuk Mendukung Kelestarian Ekosistem Danau Toba” di Gedung Bina Graha Provinsi Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga riset, pemerintah daerah di kawasan Danau Toba, mahasiswa, dan masyarakat sekitar perairan Danau Toba. Forum ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat pengawasan, pengelolaan sumber daya perikanan, serta upaya menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba.

Ketua Panitia dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, Jenny Masniari, S.Pi, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua sasaran utama, yakni menyusun tindak lanjut pengawasan terhadap illegal fishing ikan pora-pora serta menghimpun masukan dan rekomendasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengelolaan ikan pora-pora secara berkelanjutan.




Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo SP., M.Ec., dalam sambutannya menegaskan bahwa Danau Toba merupakan salah satu aset terbesar Sumatera Utara yang tidak hanya memiliki nilai pariwisata, tetapi juga menjadi sumber kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan, pertanian, dan berbagai aktivitas ekonomi.

“Keberlanjutan Danau Toba bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab kami para akademisi,” ujar Dekan FP USU.

Ia menekankan pentingnya pendekatan blue economy, yaitu pemanfaatan sumber daya perikanan secara optimal tanpa mengurangi kemampuan alam untuk memperbarui dirinya. Menurutnya, pengelolaan perikanan tidak hanya berbicara tentang ikan, tetapi juga air, habitat, masyarakat, serta tata kelola yang baik.

FP USU, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menghasilkan riset yang relevan, mengembangkan teknologi, meningkatkan kapasitas SDM, memberdayakan masyarakat, serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia juga mengapresiasi dukungan RSI terhadap FP USU dan berharap kerja sama tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri yang menghasilkan inovasi berdampak bagi masyarakat.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs & Sustainability Regal Springs Indonesia, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa ikan pora-pora merupakan salah satu sumber daya perikanan khas Sumatera Utara yang memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Ikan pora-pora ini adalah salah satu sumber daya perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Sumatera Utara. Ikan ini sangat spesifik, sangat digemari, rasanya gurih, dan masyarakat juga sangat menggemarinya,” ungkap Rahmat.

Menurutnya, keberlanjutan Danau Toba memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan ekonomi kawasan. RSI bersama para pemangku kepentingan selanjutnya akan mendorong kajian bersama untuk menentukan metode terbaik dalam menjaga kelestarian ikan pora-pora yang diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dan implementasi di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, Sabar Jaya Telambuana, S.PI., M.Si, menyampaikan pentingnya penguatan pengawasan di kawasan perairan Danau Toba. Berdasarkan investigasi, penurunan populasi ikan pora-pora antara lain dipengaruhi penangkapan yang tidak sesuai aturan, penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan, serta pemasaran alat tangkap ikan pora-pora di kawasan muara sungai.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan verifikasi lapangan di tujuh kabupaten serta operasi rutin untuk mengawasi praktik illegal fishing di kawasan Danau Toba.

Rangkaian acara kemudian ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Regal Springs Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, dan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dilanjutkan dengan foto bersama.




Kerja sama tersebut mencerminkan penerapan konsep triple helix, yaitu kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. FP USU berperan melalui riset dan inovasi, pemerintah melalui kebijakan dan pengawasan, sedangkan dunia industri mendukung penerapan teknologi dan praktik berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya menjaga sumber daya dan ekosistem perairan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui keberlanjutan ekonomi masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan lintas sektor.

Melalui kerja sama tersebut, FP USU bersama pemerintah dan dunia industri berkomitmen mendorong pengelolaan ikan pora-pora yang berbasis ilmu pengetahuan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan demi menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan bagi generasi mendatang.