Medan, 2 September 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan The 10th International Conference on Agriculture, Environment and Food Security (IC-AEFS) 2026 di DLCB Building Lantai 8, Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (2/9/2026).
Mengusung tema “Synergizing Green Economy and Agro-innovation to Enhance Food Security and Environmental Sustainability”, IC-AEFS 2026 dilaksanakan secara luring dan daring. Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan inovasi dalam bidang pertanian, lingkungan, serta ketahanan pangan.
Ketua Panitia IC-AEFS 2026, Prof. Riswanti Sigalingging, S.T.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa konferensi ini diharapkan menjadi wadah untuk menyebarluaskan pengetahuan, hasil penelitian, dan inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian dan sistem pangan.
“Knowledge only becomes valuable when it is shared, disseminated, and applied to benefit humankind.”
IC-AEFS 2026 diikuti peserta dari sekitar 36 universitas di Indonesia, 14 universitas luar negeri, serta dua instansi pemerintah Indonesia. Prof. Riswanti berharap konferensi ini dapat menjadi ruang yang bermakna bagi pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring, serta terciptanya kolaborasi baru.

Dekan FP USU, Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., dalam sambutannya menegaskan bahwa IC-AEFS bukan sekadar forum untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk mentransformasikan pengetahuan ilmiah menjadi solusi dan aksi nyata.
“AEFS 2026 is not only a conference for exchanging knowledge, but also a platform for building solutions and accelerating our collective contribution to the SDGs.”
Sementara itu, dalam sambutan Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., disampaikan bahwa tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, keterbatasan air, dan ketimpangan sosial-ekonomi membutuhkan transformasi sektor pertanian.
“Transformation is no longer an option—it is a necessity.”
Ia menekankan pentingnya mendorong agroinovasi, praktik pertanian berkelanjutan, teknologi cerdas, dan green economy untuk membangun sistem pertanian yang produktif, tangguh, ramah lingkungan, serta inklusif.
“Let us turn research and innovation into meaningful action for a more food-secure and sustainable future.”
Rangkaian konferensi menghadirkan empat keynote speaker dari Indonesia dan mancanegara. Prof. Kotaro Takayama dari Toyohashi University of Technology membahas pemanfaatan Speaking Plant Approach dan kecerdasan buatan dalam pengendalian lingkungan pada hortikultura rumah kaca.
Selanjutnya, Dr. Sri Fajar Ayu, S.P., M.M. ,dari Universitas Sumatera Utara membahas pengelolaan agribisnis berkelanjutan melalui inovasi hijau untuk membangun sistem pangan yang tangguh. Nazif Ichwan, S.TP., M.Si., Ph.D., dari Universitas Sumatera Utara, mengangkat strategi adaptasi berbasis genetika dan pengelolaan air untuk menjaga produktivitas padi menghadapi tekanan perubahan iklim.

Sementara itu, Prof. Brijesh Kumar Tiwari dari Ashtown Food Research Centre & University College Dublin membawakan topik “Missing Gaps to Establish Sustainable Food Systems”. Pembahasan menyoroti berbagai kesenjangan yang perlu diatasi dalam membangun sistem pangan berkelanjutan, termasuk pentingnya pendekatan transformasi, penerapan teknologi menjadi inovasi yang dapat digunakan, serta penguatan sistem pangan dan rantai nilai.
Selain sesi pleno, peserta mengikuti AEFS Parallel Session I dan II untuk mempresentasikan dan mendiskusikan berbagai hasil penelitian di bidang pertanian, lingkungan, pangan, dan ketahanan pangan.

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Dekan III FP USU Bidang Penelitian, Kolaborasi, dan Kerja Sama, Dr. Ir. Posma Mangasi Pintaria Marbun, M.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh keynote speaker, presenter, peserta, panitia, dan mitra yang telah mendukung pelaksanaan IC-AEFS 2026.
“I hope that the knowledge and ideas shared during AEFS 2026 will inspire new research, strengthen collaboration, and contribute to sustainable solutions for agriculture, food security, and environmental challenges.”
Penyelenggaraan IC-AEFS 2026 turut memperkuat komitmen FP USU dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tema dan pembahasan konferensi relevan dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui inovasi dan produksi berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan strategi adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam. Penguatan jejaring serta kolaborasi akademik nasional dan internasional yang menjadi bagian dari IC-AEFS 2026 juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui penyelenggaraan IC-AEFS yang memasuki tahun ke-10, FP USU terus mendorong kolaborasi, penelitian, dan inovasi sebagai bagian dari upaya membangun sistem pertanian dan pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.