Program Studi Sarjana Teknologi Pangan bersama mahasiswa dan Ikatan Mahasiswa Teknologi Pangan (IMTP) menyelenggarakan Jungle of Food Exhibition and Festival (Jungfood Ex-Fest 3rd) pada 22 Mei 2025 di Halaman Parkir Piner, Fakultas Pertanian USU. Jungfood Ex-Fest 3rd merupakan ajang pameran kuliner tahunan yang menampilkan berbagai jenis makanan dan minuman yang diselenggarakan oleh Prodi Teknologi Pangan.
Acara ini mengangkat tema “Traditional Culinary Product Innovation: Preserving Heritage, Embracing Innovation” dengan menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Ibu Karina Nursyafira Alihta dari Aksata Pangan yang membawakan materi “Inovasi Pangan Daerah untuk Ketahanan dan Keadilan Pangan sebagai Langkah Penanggulangan Food Waste,” serta Edi Syahputra Harahap, S.TP., M.Si., dosen Program Studi Teknologi Pangan, yang menyampaikan topik “Pangan Tradisional Sumatera Utara: Identitas, Kearifan Lokal, dan Potensi Inovasi.”
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Jungfood Ex-Fest 3rd, Christoper Ruben Sinuraya, yang berharap acara ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momen penting untuk melahirkan gagasan baru melalui kolaborasi lintas disiplin dan memperkuat pemahaman tentang inovasi pangan berkelanjutan.
Sambutan dilanjutkan oleh Sekretaris Jenderal IMTP, Muhammad Rayhan Aulia Nasution, perwakilan dosen Ir. Terip Karo-karo, MS, Ketua Program Studi Mimi Nurminah, STP., M.Si., serta Wakil Dekan II Fakultas Pertanian, Ir. Revandy Iskandar Muda Damanik, M.Si., M.Sc., Ph.D. Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti M.Si., dosen, siswa-siswi SMA dari berbagai sekolah, serta mahasiswa aktif yang turut memeriahkan kegiatan ini.
Ir. Terip Karo-karo menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi mahasiswa dan panitia dalam pelaksanaan pameran dan inovasi pangan, namun menilai masih ada ruang perbaikan. Ia berharap inovasi yang ditampilkan semakin beragam dan unik, karena inovasi sejati haruslah berbeda dan kreatif, bukan hanya produk makanan umum seperti gorengan.
Ketua Program Studi Mimi Nurminah menegaskan acara ini menjadi wadah regenerasi kepemimpinan dan pembelajaran mahasiswa, terutama dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan yang kini menjadi fokus pemerintah. Ia berharap produk mahasiswa tetap laris seperti tahun lalu dan acara ini terus berlanjut walaupun terjadi pergantian pimpinan. Keterlibatan alumni juga dipandang penting untuk menjaga hubungan erat serta mendukung akreditasi dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Ir. Revandy berharap rangkaian kegiatan seperti lomba, bazar, dan kunjungan laboratorium dapat meningkatkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Ia juga menginginkan acara berjalan sukses dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya, serta membantu peningkatan IKU Fakultas dan Universitas.

Dalam pemaparan, Ibu Karina menyoroti data yang menunjukkan Indonesia sebagai penghasil sampah makanan terbesar kelima di dunia dan nomor satu di Asia. Ironisnya, meskipun ketahanan pangan menjadi perhatian, pemborosan makanan masih sangat tinggi. Data Bappenas mencatat tiap individu menghasilkan sampah makanan 115-184 kg per tahun, total 23-48 juta ton secara nasional, yang berdampak serius pada lingkungan, ekonomi, serta keadilan dan ketahanan pangan.
Bapak Edy menegaskan tanggung jawab pelajar dan akademisi untuk memanfaatkan potensi makanan cemilan tradisional yang mulai terlupakan, mengingat masyarakat kini lebih menyukai produk modern dan tren seperti ramen atau yoshinoya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi mahasiswa, dosen, dan pemerintah untuk meneliti dan mengembangkan makanan tradisional agar dapat dipublikasikan secara luas, termasuk lewat jurnal ilmiah. Selain itu, makanan tradisional umumnya memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan makanan modern yang memakai bahan olahan.
Beragam rangkaian kegiatan yang disuguhkan pada acara ini, mulai dari penampilan tari daerah, pameran inovasi kuliner tradisional dari berbagai suku dan daerah, bazar UMKM, talk show, pertunjukan musik, kompetisi desain poster, recipe paper, video kreatif, pembacaan puisi, hingga sesi kunjungan ke laboratorium. Acara ini mendapat sambutan hangat dari para siswa SMA yang turut hadir. Para siswa mengikuti kegiatan visitasi ke tiga laboratorium di Program Studi Teknologi Pangan sebagai bentuk orientasi terhadap dunia perkuliahan dan keilmuan teknologi pangan. Secara keseluruhan, acara ini mendapatkan tanggapan positif dari para pengunjung, serta pesan dan tujuan acara dapat tersampaikan dengan baik.
Acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mendorong inovasi pangan kreatif dan berkelanjutan melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, dan pemerintah. Selain meningkatkan jiwa kewirausahaan dan mempererat hubungan dengan alumni, kegiatan ini juga mendukung pencapaian IKU serta meningkatkan kesadaran pentingnya pengelolaan sampah makanan dan pelestarian pangan tradisional demi ketahanan pangan serta dampak positif bagi lingkungan dan sosial.
