Komitmen Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan terus diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pengembangan keilmuan, serta jejaring akademik internasional. Salah satunya melalui partisipasi sivitas akademika Program Studi Agroteknologi dalam workshop “Bringing Fungi into Environmental Monitoring” yang diselenggarakan oleh Universiti Putra Malaysia (UPM), Serdang, Malaysia, pada 22–23 Juli 2026.
Lebih dari sekadar menambah wawasan, keikutsertaan dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya FP USU mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan fungi dalam pemantauan lingkungan memberikan perspektif mengenai pengelolaan ekosistem yang lebih berkelanjutan, sementara interaksi dengan akademisi dan peserta dari berbagai negara membuka peluang penguatan jejaring di tingkat internasional. Upaya ini sejalan dengan SDG 4 (Quality Education), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Workshop ini memperkenalkan peran fungi, khususnya mikoriza, dalam pemantauan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai interaksi fungi dengan tanaman, siklus hara, serta penerapan teknik molekuler dalam mendukung kajian fungi dan lingkungan. Kegiatan yang menghadirkan pakar dan akademisi dari berbagai institusi ini turut mempertemukan peserta dari Malaysia, Thailand, Filipina, dan Inggris, sehingga menciptakan ruang belajar dan pertukaran pengetahuan dalam lingkungan akademik internasional.
Berbagi Keahlian, Menguatkan Inovasi Hayati
Salah satu kontribusi FP USU dalam kegiatan ini ditunjukkan oleh Prof. Dr. Lisnawita, SP, M.Si., dosen Program Studi Agroteknologi, yang hadir sebagai salah satu narasumber. Dalam sesi “Integrating Trichoderma-Based Biocontrol with Mycorrhizal Approaches”, Prof. Lisnawita membahas integrasi Trichoderma sebagai agens pengendali hayati dengan mikoriza untuk mendukung kesehatan tanaman dan pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi salah satu peluang dalam pengembangan teknologi pertanian berbasis mikroorganisme yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga dosen Program Studi Agroteknologi, yaitu Prof. Dr. Lisnawita, SP, M.Si., Nahrisa Rahmadhani, S.Agr., M.Si., dan Triwanto Nababan, S.P., M.Agr.; satu mahasiswa Magister Agroteknologi, Medina Shafira; satu laboran Indri Eqlesia Ujung; serta enam mahasiswa S1 Agroteknologi, yaitu Naufal Adwiditya Sudanta, Salwa Khovivah Anggi Br. Manurung, Enjel Silvia Sebayang, Primanessy Uli Azzahra Simanjuntak, Dela Tri Ramadhani Hasibuan, dan Kristin Natalia Br. Barasa. Keikutsertaan berbagai unsur sivitas akademika ini menunjukkan antusiasme FP USU dalam memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.
Pengalaman selama workshop menjadi bekal berharga bagi sivitas akademika FP USU untuk terus berkembang. Tidak hanya memperkaya pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan perspektif baru mengenai perkembangan keilmuan fungi dan lingkungan. Semangat tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan pertanian berkelanjutan.